Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Pagi ini Bervariasi
:
0
Sehari setelah pidato Presiden Prabowo di DPR, pergerakan nilai tukar rupiah bervariasi.
EmitenNews.com - Sehari setelah pidato Presiden Prabowo di DPR, pergerakan nilai tukar rupiah bervariasi karena tidak ada sentimen yang cukup kuat untuk menggerakkan mata uang Garuda keluar dari rentang Rp17.600 - Rp17.700 per dolar AS.
Pantauan emitennews.com dari konversi Google pagi ini rupiah berada di level Rp17.678 per dolar AS, menguat tipis dari posisi akhir Rabu, Rp17.732. Sedangkan Reuters mencatat rupiah melemah tipis dari awal pembukaan Rp17.605 menjadi Rp17.635 per dolar.
Hampir senada, pantauan real time dari Bloomberg, Wise maupun Reuters, rupiah juga masih berada di rentang Rp17.600 - Rp17.700. Bloomberg mengonversi USD1 setara Rp16.678, Wise Rp17.674, dan Reuters Rp17.655 per dolar AS. Sedangkan Bank Indonesia masih menampilkan kurs JISDOR hari sebelumnya Rp17.685 per dolar AS.
Tren Rupiah
Rupiah sedikit melemah beberapa hari terakhir. Data 11 Mei 2026 menunjukkan Rp1 = $0.000057, turun 0,25% dibanding hari sebelumnya. Dalam 1 bulan terakhir rupiah melemah sekitar 2,38%.
Dari eksternal, dolar AS masih kuat karena data ekonomi AS dan ekspektasi suku bunga Fed. Ini membuat hampir semua mata uang Asia, termasuk rupiah, tertekan.
Dari dalam negeri, neraca perdagangan dan aliran modal asing masih jadi penentu utama. Jika asing masuk ke SBN dan saham akan memberi dukungan rupiah untuk menguat.
Dalam jangka pendek rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp17.400 - Rp17.800 per dolar AS dalam 1-2 minggu ke depan. Faktor positif yang mendukung penguatan
rupiah adalah harga komoditas yang relatif stabil, di samping BI yang menahan suku bunga tinggi. Namun kuatnya dolar AS, capital outflow, dan kenaikan harga minyak di tengah konflik AS-Iran masih menjadi ancaman yang berpotensi melemahkan rupiah.
Related News
Simak, Ini Rincian PP Tata Kelola Ekspor SDA yang Akan Berlaku 1 Juni
Harga Emas Global Pulih, Emas Antam Naik Rp35.000/Gram
Harga Minyak Bangkit Setelah Anjlok Lebih dari 5 Persen
Bahlil: Sektor Hulu Migas Tak Masuk dalam PP Tata Kelola SDA
Jaga Komitmen, Target Andalan Artha Primanusa Pendapatan Meningkat
Kenalkan Danantara Sumber Daya Indonesia, BUMN Ekspor Komoditas





