EmitenNews.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memacu transformasi bisnis melalui pengembangan berbagai proyek strategis bernilai miliaran dolar AS guna memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Salah satu fokus utama Perseroan adalah pembangunan fasilitas Chlor-Alkali & Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai USD800 juta.

Direktur Utama TPIA, Andre Khor, mengatakan transformasi yang dijalankan Perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih kuat melalui penguatan aset inti, ekspansi regional, integrasi hasil akuisisi, serta pengembangan model bisnis baru.

"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan," ujar Andre dalam paparan kinerja Semester I-2026, Selasa (4/8/2026).

Proyek CA-EDC menjadi salah satu investasi terbesar Perseroan. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 900 ribu ton per tahun dan diproyeksikan mulai beroperasi pada 2027. Progres konstruksi terkininya telah mencapai 72%.

Selain itu, TPIA juga mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1.100 MWp, proyek Hydrogen-ready Gas Turbine senilai USD150 juta yang ditargetkan beroperasi pada 2029, serta menyiapkan dua fasilitas Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan kapasitas masing-masing 100 ribu ton per tahun sebagai bagian dari komitmen mendukung transisi energi.

Untuk memperkuat daya saing aset inti, Perseroan juga mengalokasikan investasi USD100 juta untuk modernisasi fasilitas Cilegon, USD125 juta bagi program MBM Rejuvenation, USD75 juta untuk pembangunan Condensate Splitter Unit berkapasitas 300 ribu barel per hari, serta USD80 juta guna ekspansi proyek BOM C2 Export.

Di sisi ekspansi regional, TPIA terus mengintegrasikan hasil akuisisi, termasuk sekitar 60 SPBU Esso di Singapura bersama jaringan Cold Storage On The Go, sekaligus melanjutkan strategi akuisisi yang difokuskan pada sektor energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara.

Perseroan juga mengembangkan model bisnis baru dengan meningkatkan kapasitas pembangkit Aster Power hingga 220 MW, mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Generative AI (GenAI), dan Agentic AI, serta membangun Shared Service Centre untuk meningkatkan efisiensi operasional grup.

Strategi transformasi tersebut mulai tercermin pada kinerja operasional Semester I-2026. TPIA membukukan operating EBITDA sebesar USD802,6 juta, berbalik dari rugi EBITDA operasional USD6,5 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat laba operasional setelah pajak sebesar USD371,2 juta, dibandingkan rugi USD146 juta pada Semester I-2025.

Hingga akhir Juni 2026, total aset TPIA mencapai USD13,8 miliar, saldo laba meningkat menjadi USD2 miliar, sementara total ekuitas mendekati USD5 miliar.