Perkuat Layanan, Prodia-AdMedika Integrasikan Sistem Portal Digital
Ilustrasi aktivitas PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA).dok. Prodia.
EmitenNews.com - PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) memperkuat layanan komprehensif. Itu dilakukan melalui integrasi sistem portal Prodia Link dalam salah satu layanan digital PT Administrasi Medika (AdMedika), yaitu aplikasi MyAdMedik@.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/5/2025), Digital Service Transformation & IT Director Prodia, Andri Hidayat menyatakan kolaborasi ini memudahkan layanan unggulan Prodia diakses oleh pelanggan yang juga merupakan peserta AdMedika.
"Pelanggan dapat menikmati kemudahan dalam memilih jenis dan lokasi pemeriksaan laboratorium, serta memantau proses pemeriksaan sampel, dalam satu genggaman lewat aplikasi," kata Andri Hidayat saat peresmian integrasi sistem Prodia Link pada aplikasi MyAdMedik@.
Integrasi sistem Prodia dengan aplikasi MyAdMedik@ menawarkan sejumlah keunggulan bagi peserta AdMedika.
Di antaranya, proses validasi kepesertaan yang lebih mudah dan tidak perlu mengisi secara manual, dapat melakukan pemesanan dalam kurun waktu tiga minggu sebelum tanggal pemeriksaan yang dipilih, tracking hasil pemeriksaan sampel yang diperbaharui secara berkala melalui aplikasi.
Aplikasi akan mengeluarkan notifikasi pengingat untuk peserta yang akan melakukan pemeriksaan di Prodia.
Bagi peserta yang telah melakukan pendaftaran tidak perlu mengantri karena sudah tersedia tombol fitur .Sudah Hadir. pada opsi pemesanan yang dilakukan.
Prodia berkomitmen terus menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi, mudah diakses, dan berbasis teknologi seperti dukungan penuh dari infrastruktur digital termasuk sistem pendaftaran daring.
Dengan begitu, hal tersebut memungkinkan proses pelayanan menjadi lebih cepat, efisien dan personal. ***
Related News
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?
Wamenkeu: APBN di Daerah Harus Berorientasi pada Dampak dan Manfaat





