Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Tampak depan kantor PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO). DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau yang dikenal dengan brand Win&Co Group, mencatatkan kinerja operasional yang semakin solid di tahun buku 2025, ditandai dengan perbaikan fundamental bisnis dan transformasi strategis yang mulai memberikan dampak signifikan pada kuartal IV-2025.
Penguatan strategi komersial dan ekspansi pasca right issue yang dilakukan Perseroan pada pada kuartal ke IV-2025 langsung memberikan efek positif, tercermin dari akselerasi penjualan yang naik hingga 40%, dari Rp38,3 miliar pada kuartal III-2025 menjadi Rp53,5 miliar di akhir kuartal.
Perseroan membukukan total pendapatan neto sebesar Rp165,08 miliar pada tahun 2025. Akselerasi penjualan terlihat jelas pada kuartal IV-2025 yang mencapai Rp53,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan kuartal III-2025 Rp38,3 miliar atau naik 40%, didorong oleh penguatan strategi komersial dan ekspansi pasar pasca right issue.
Di sisi profitabilitas, EBITDA Perseroan tetap menunjukkan ketahanan di tengah proses transformasi, meskipun laba/rugi tahun berjalan tercatat rugi sebesar Rp250,86 miliar pada 2025 dibandingkan rugi Rp52,20 miliar pada 2024.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh pencatatan beban non-operasional yang bersifat tidak berulang (one-off non-recurring items). Direktur Utama Win&Co Group menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan fase penting dalam transformasi Perseroan.
“Tahun 2025 khususnya di akhir tahun kemarin merupakan titik balik bagi Perseroan, di mana kami secara disiplin melakukan transformasi menyeluruh, baik dari sisi operasional maupun keuangan. Kami juga berinvestasi dalam fondasi jangka panjang seperti implementasi sistem ERP berbasis SAP dan peningkatan kapasitas produksi secara signifikan. Hasil dari transformasi ini mulai terlihat pada kuartal IV dengan capaian kinerja yang positif. Dengan fundamental yang kini jauh lebih sehat dan kapasitas yang telah meningkat, kami optimistis 2026 akan menjadi fase akselerasi pertumbuhan yang lebih agresif bagi Perseroan,” ujarnya.
Sejalan dengan transformasi tersebut, posisi keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Ekuitas Perseroan berhasil berbalik menjadi positif sebesar Rp112 miliar pada kuartal IV-2025, dari sebelumnya negatif Rp4 miliar pada kuartal III-2025.
Menilik ke belakang, dalam dua tahun terakhir Perseroan juga telah melakukan belanja modal (capex) sebesar Rp27 miliar, yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dan produktivitas operasional. Kapasitas produksi Perseroan juga meningkat sebanyak 3.000 ton menjadi 12.000 ton per tahun yang akan efektif di 2026.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Win&Co Group menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 50% pada tahun 2026. Target ini akan didorong oleh penguatan segmen B2B, ekspansi distribusi, peningkatan kapasitas produksi, serta momentum musiman seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Perseroan juga telah mengamankan pipeline kerja sama dengan berbagai pelaku industri bakery dan kue ternama di Indonesia sebagai pendorong utama pertumbuhan penjualan. Selain pertumbuhan organik, Perseroan juga tengah menjajaki peluang ekspansi anorganik melalui rencana akuisisi perusahaan, khususnya di sektor makanan non-cokelat dan fast moving consumer goods (FMCG).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha guna memperluas portofolio produk serta memperkuat posisi Perseroan di industri makanan dan minuman yang lebih luas. Manajemen meyakini bahwa kombinasi antara transformasi internal, peningkatan kapasitas, serta potensi sinergi dari ekspansi anorganik akan menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan Perseroan ke depan.
Dengan fundamental yang semakin kuat dan momentum pertumbuhan yang telah terbentuk sejak akhir 2025, Win&Co Group optimistis dapat membalikkan kinerja laba serta mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan di tahun 2026.
Related News
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!





