Perkuat Struktur Pendanaan, RAFI Siapkan Aksi Korporasi
:
0
CEO Sari Kreasi Boga menunjukkan bahan baku produksi perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Volatilitas saham Sari Kreasi Boga (RAFI) setelah pencabutan suspensi perdagangan pada 14 Oktober 2025 menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI), menyusul lonjakan harga signifikan di pasar. Merespons itu, Direktur Utama RAFI, Eko Pujianto, menegaskan tidak ada informasi atau fakta material dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi publik.
“Perseroan memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan normal, dan tidak ada informasi material belum diungkap kepada publik,” tutur Eko dalam surat penjelasan kepada BEI, dikutip Jumat, 14 November 2025.
Meski demikian, Eko mengungkapkan manajemen tengah melakukan kajian mendalam atas rencana aksi korporasi, termasuk opsi pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis melalui penerbitan saham maupun instrumen utang. “Saat ini, perseroan sedang melakukan kajian mendalam atas rencana aksi korporasi tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, begitu kajian tersebut rampung, RAFI akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal. “Transparansi tetap menjadi komitmen utama kami dalam setiap langkah strategis perusahaan,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait dengan pemegang saham utama, Eko menegaskan tidak terdapat rencana atas kepemilikan saham yang dapat memengaruhi status pencatatan saham RAFI di bursa dalam waktu dekat. Sebelumnya, manajemen RAFI menyatakan optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan saat ini, dan ke depan.
Kebijakan pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mendorong permintaan bahan baku makanan dan minuman. RAFI menargetkan pertumbuhan industri 5–10 persen tahun ini. Mengantisipasi itu, perseroan melakukan perluasan jaringan distribusi, dan kemitraan sektor food supply.
Dengan ekspansi jaringan hingga ke Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa Timur, serta pengembangan lini produk ESKABEH Food, dan brand waralaba seperti Kebab Turki Babarafi, RAFI yakin dapat memperkuat posisi di rantai pasok bahan baku nasional. (*)
Related News
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?





