Permintaan Rig Masih Tinggi, WOWS Dikabarkan Dapat Kontrak Baru dari Pertamina

EmitenNews.com - Perusahaan jasa minyak dan gas (migas) asal Sumatra Selatan, PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS), dikabarkan bakal mendapat sejumlah kontrak baru dari grup Pertamina dalam waktu dekat.
Informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, Kamis (7/4/2022) siang, menyebutkan bahwa kontrak itu mencakup penyewaan rig untuk pekerjaan workover (pengerjaan ulang) dan well services (perawatan sumur migas). Kabarnya, ada enam kontrak yang bakal dimenangkan perseroan dengan nilai Rp 300 miliar.
Torehan kontrak baru itu berpotensi mendatangkan reccuring income senilai Rp 120 miliar per tahun bagi perseroan mulai tahun 2022. Hal ini berpotensi mengerek kinerja keuangan perseroan dan harga saham WOWS ke depan.
Sebelumnya perseroan menegaskan untuk tahun ini bakal mengandalkan 5 rig yang telah berkontrak untuk mendongkrak kinerja di 2022. Direktur PT Ginting Jaya Energi Tbk Jimmy Hidayat mengungkapkan, saat ini masih ada sejumlah kontrak yang berlangsung untuk pengerjaan di PT Pertamina.
"Pendapatan dan laba bersih (tahun ini) bersumber dari 5 kontrak rig yang masih berlangsung di Pertamina," ujar Jimmy belum lama ini.
Jimmy tak merinci besaran pendapatan dan laba bersih untuk tahun ini. Yang terang, pendapatan dan laba bersih berpotensi kian meningkat jika kontrak baru diraih.
Jimmy mengungkapkan, untuk kontrak-kontrak baru nantinya diharapkan akan mulai berkontribusi pada kinerja keuangan perusahaan pada akhir tahun 2022. Sementara itu, untuk tahun 2021 lalu pendapatan diprediksi dapat mencapai Rp 88 miliar. Adapun, untuk tahun 2021 manajemen WOWS memprediksi bakal mencatatkan rugi bersih Rp 2 miliar.
Merujuk laporan keuangan perusahaan, WOWS membukukan pendapatan sebesar Rp 75,61 miliar hingga kuartal ketiga 2021. Sementara untuk laba bersih mencapai Rp 290,17 juta pada kuartal ketiga 2021.
Jimmy melanjutkan, untuk tahun 2022 ini permintaan rig memang sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan target produksi hulu migas nasional sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada 2030 mendatang.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024