Permintaan Tinggi, IPO Adhi Kartiko Pratama (NICE) Oversubscribed 15,72 kali
:
0
Kiri-Kanan 1. Hendra Prawira, Director of Finance PT Adhi Kartiko Pratama Tbk 2. Michael Susantyo, Director of Operations PT Adhi Kartiko Pratama Tbk 3. Victor A. Susantyo, President Commisioner PT Adhi Kartiko Pratama Tbk 4. Raden Sukhyar, Independent Commisioner PT Adhi Kartiko Pratama Tbk 5. Stevano R. Adranacus, President Director PT Adhi Kartiko Pratama Tbk 6. Sunandar, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Bursa Efek Indonesia. dok. ist.
EmitenNews.com - PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (NICE), perusahaan telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Selasa(9/1/2024), melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Bagusnya, permintaan tinggi, IPO emiten bidang pertambangan bijih nikel di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara itu, oversubscribed 15,72 kali.
Presiden Direktur NICE, Stevano Rizki Adranacus kepada wartawan mengatakan, jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini sebanyak 1.216.404.000 lembar. Semua itu merepresentasikan 20% kepemilikan NICE, dengan harga penawaran Rp438 per lembar saham. Dengan begitu nilai IPO NICE adalah Rp532,78 miliar, dengan kapitalisasi pasar saham NICE mencapai Rp2,66 triliun.
Selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 15,72 kali. Besarnya minat terhadap saham NICE mengindikasikan bahwa investor publik merespon positif potensi kinerja perusahaan ke depannya.
“Kami bersyukur IPO NICE dapat berjalan lancar dan sukses berkat dukungan dari manajemen, karyawan, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, investor pasar modal, serta arahan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia,” kata Presiden Direktur NICE, Stevano Rizki Adranacus kepada wartawan setelah seremoni pencatatan saham NICE di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/1/2023).
Stevano Rizki Adranacus mengungkapkan, aksi korporasi ini sangat penting untuk mewujudkan visi NICE sebagai pemain unggul dalam pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia dengan mengedepankan world-class mining standards.
Saham NICE mendapat penetapan sebagai efek syariah
Related News
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M
TAMA Minta Restu Pemegang Saham untuk Jual Aset Premium di Jaksel





