Perppu Cipta Kerja, Pemerintah Permudah Sejumlah Perizinan Sektor Ekonomi
UMKM Indonesia Maju dok Ist.
Pemerintah melalui Menko Airlangga Hartarto mengklaim Perppu ini sudah sesuai Putusan MK Nomor 38/PUU7/2009. Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, Perppu ini telah memenuhi syarat kegentingan yang memaksa.
Menurut Airlangga Hartarto, Perppu Cipta Kerja mengubah sejumlah ketentuan dalam UU Cipta Kerja sesuai dengan putusan MK. Beberapa di antaranya soal ketenagakerjaan, upah minimum tenaga alih daya, harmonisasi peraturan perpajakan, dan hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Sementara itu Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan Perppu ini sekaligus menggugurkan status inkonstitusional bersyarat UU Cipta Kerja. Perppu itu, kata mantan Ketua MK itu, setara dengan undang-undang di peraturan hukum kita. “Kalau ada alasan mendesak, bisa."
Beberapa alasan mendesak yang melatarbelakangi Perppu Cipta Kerja, menurut Menko Mahfud adalah dampak perang Ukraina-Rusia. Selain itu, ancaman inflasi dan stagflasi yang membayangi Indonesia.
Beberapa lembaga di antaranya KontraS menganggap Perppu Cipta Kerja itu telah melanggar konstitusi. Karena mereka mendesak agar DPR RI menolak pengesahan Perppu Cipta Kerja tersebut. ***
Related News
ICDX Mendata, Perdagangan Berjangka Komoditi Naik 96 Persen
Kinerja K3 Moncer, SMGR Raih Penghargaan Excellent HSE 2026
Harga Emas Antam Turun Rp65.000, Kini Rp2,85 Juta per Gram
Sukses Inovasi Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026
Surplus 70 Bulan Beruntun, Mendag: Bukti Fundamental Perdagangan Kuat
Ekspor CPO Naik Jadi USD4,69 Miliar, Topang Pertumbuhan Awal 2026





