Pertamina Monopoli Perdagangan Avtur, Menko LBP Desak KPPU Segera Bersikap Tegas
Pengisian avtur di bandara. dok. Media Indonesia.
EmitenNews.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta segera mengambil sikap tegas terhadap dugaan monopoli perdagangan avtur di Indonesia. Desakan itu disuarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Pertamina mengakui memonopoli penjualan BBM untuk pesawat itu.
Ketua KPPU M Fanshurullah Asa yang baru saja dilantik, Kamis (18/1/2024) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, menyelidiki dugaan monopoli perdagangan avtur itu, tugas pertama yang akan ditindaklanjuti timnya sebagai pejabat baru.
"Kami dapat surat dari Menko Maritim dan Investasi, KPPU mesti ada sikap terhadap dugaan monopoli avtur," ujar Fanshurullah Asa.
Kasus monopoli perdagangan avtur ini dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Pada 2019, Direktur Pertamina Nicke Widyawati mengakui hal tersebut. Memang betul BUMN migas itu menjadi satu-satunya penjual avtur di dalam negeri.
Saat ini, Pertamina membangun dan memiliki 67 depot pengisian pesawat udara di seluruh Indonesia dengan standar keamanan yang baik.
Karena sudah berlangsung cukup lama, menurut Fanshurullah, Tim KPPU akan langsung menindaklanjuti permasalahan tersebut. KPPU pun sudah memanggil pihak-pihak terkait.
"Sedang dibahas. Kami sudah panggil para pihak. Termasuk Pertamina, badan usaha swasta termasuk badan usaha niaga lainnya, termasuk asosiasi," jelasnya.
Jajaran KPPU juga segera menindaklanjuti belum terpenuhinya target RPJM tentang jaringan gas rumah tangga (jargas) yang ditargetkan sebanyak 4 juta sambungan oleh Jokowi. Selain itu, juga kasus monopoli di dalamnya.
"Lebih banyak dimonopoli oleh PGN. Ini contoh saja. Kita akan mengkaji, kita ada deputi kajian dan advokasi. Padahal 5 tahun visi presiden dalam RPJMN. Sudah ada skema seharusnya dengan KPBU, kenapa KPBUnya tidak berjalan?" pungkasnya.
Related News
Libur Lebaran 2026, Livin’ by Mandiri Siap Temani Transaksi Nasabah
Wilmar Ungkap Dampak Penutupan Selat Hormuz, Berpotensi Ganggu Kinerja
Didorong Bisnis Logistik, Laba ASSA Melonjak 81 Persen Pada 2025
CBPE Tambah Anak Usaha, Garap Bisnis Serviced Apartment
Jelang Lebaran, Trafik Tol Jasa Marga Tembus 1,31 Juta Kendaraan
Tanpa Penjualan Aset, Laba APLN Melemah di 2025





