Pertumbuhan Ekonomi Menggeliat, Bank BTN (BBTN) Perkuat Ekspansi Indonesia Timur
:
0
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) memaksimalkan potensi ekonomi sejumlah daerah. Ekspansi di antaranya menyasar Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tahun lalu, perekonomian Sulsel tumbuh 4,65 persen, dan Kota Parepare mencapai 4,41 persen pulih dari edisi 2020 dengan penguatan sektor perdagangan, industri pengolahan, dan reparasi.
Nah, untuk mengoptimalkan bisnis layanan perbankan Kota Parepare, Bank BTN meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu menjadi Kantor Cabang. ”Bank BTN sudah hadir di Kota Parepare sejak Desember 2003, namun seiring waktu, pesatnya pertumbuhan ekonomi Kota Parepare, Bank BTN perlu memperkuat, dan memperluas layanan Kota Parepare dengan meningkatkan status menjadi Kantor Cabang. Karena banyak potensi mulai sektor pariwisata, perhotelan, perdagangan, kuliner menjadi sektor penopang utama perekonomian Kota Parepare,” tutur Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, Senin (7/4).
Pemulihan ekonomi beragam sektor Kota Parepare itu, akan menciptakan kebutuhan akan perumahan/properti sebagai fokus usaha utama Bank BTN. Bank BTN sesuai kompetensi sebagai bank fokus kepada perumahan melihat potensi penyaluran kredit untuk mendukung sektor perumahan sangat besar Kota Parepare. Itu mengingat saat ini Kota Parepare merupakan kawasan industri berkembang dengan pesat.
Berdasar kajian Bank BTN, Kota Parepare tercatat mengalami pertumbuhan jumlah penduduk signifikan tiga tahun terakhir dengan jumlah penduduk sekitar 146 ribu jiwa menempati kawasan industri. Itu perlu kemudahan akses kredit perumahan kepada penduduk. Sebelumnya, Bank BTN Kantor Cabang Parepare sudah bermitra dengan 72 pengembang perumahan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi di Kota Parepare.
Peningkatan status Kantor Cabang Bank BTN Kota Parepare dapat memberikan pelayanan lebih baik, dan cepat. Sementara bagi Bank BTN, target bisnis seperti realisasi KPR dan pengumpulan Dana Pihak Ketiga makin meningkat. ”Kami optimis, setidaknya dalam setahun pertama setelah dinaikkan statusnya akan ada lebih dari 350 debitur KPR baru yang kami gaet dengan nilai realisasi KPR baru menembus lebih dari Rp48 miliar,” harap Haru. (*)
Related News
Siap Right Issue, Emiten Haji Isam (PACK) Ini Gelar RUPSLB 30 November
5 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Ini, Yield Tertinggi di Grup Sinar Mas
3x Borong Saham Sepanjang Oktober, Pengendali HRTA Rogoh Kocek Rp8,31M
Dunross And Co Borong Saham SPTO, Kini Jadi Pemegang Saham 5 Persen
Dunross Tambah Porsi Saham SPTO, Kepercayaan Investor Asing Meningkat
Analis Ini Soroti Pendapatan Rp3,2 Triliun Sat Nusa Persada (PTSN)





