EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendukung pengembangan Green Terminal Tanjung Sekong melalui pemanfaatan green hydrogen berbasis panas bumi. Dukungan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.

Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora, dalam keterbukaan informasi Jumat (13/2/2026) menyampaikan bahwa keterlibatan Perseroan menegaskan kontribusi PGEO dalam menghadirkan solusi energi rendah emisi berbasis panas bumi guna mendukung keberlanjutan operasional infrastruktur energi strategis nasional.

Kick Off ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong dihadiri jajaran pimpinan Pertamina Group, antara lain Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, Direktur Utama Pertamina Energy Terminal Bayu Prostiyono, Direktur Perencanaan Bisnis Pertamina International Shipping Eka Suhendra, Direktur Utama PGEO Ahmad Yani, serta jajaran manajemen Pertamina Group lainnya.

Dalam inisiatif ini, PGEO berkontribusi melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi yang bersumber dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung. Green hydrogen tersebut dikembangkan sebagai bagian dari proyek percontohan (pilot project) untuk mendukung sistem pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong, dengan target peningkatan porsi pemanfaatan listrik rendah karbon hingga sekitar 25 persen dari kebutuhan listrik operasional terminal secara bertahap.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani menyampaikan bahwa keterlibatan Perseroan merupakan langkah konkret integrasi energi panas bumi ke dalam rantai nilai hilir sektor energi. Menurutnya, pemanfaatan panas bumi tidak hanya difokuskan pada penyediaan listrik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah melalui pengembangan produk turunan seperti green hydrogen, sekaligus mendukung penerapan energi rendah karbon pada fasilitas energi strategis nasional.

Integrasi panas bumi ke dalam ekosistem operasional terminal ini menjadi bagian dari sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group dalam mendukung agenda dekarbonisasi dan penurunan emisi dari penggunaan listrik operasional terminal. Inisiatif tersebut juga mencerminkan pengembangan model pemanfaatan energi terbarukan yang berpotensi direplikasi pada fasilitas energi strategis lainnya.

Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal. Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton dan kemampuan melayani kapal hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT), terminal ini memasok sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional dan berperan penting dalam menjaga ketahanan energi domestik.

Melalui dukungan terhadap Green Terminal Tanjung Sekong, PGEO menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pemanfaatan panas bumi secara end-to-end, termasuk inovasi green hydrogen, guna mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.