Phintraco Sarankan Investor Tidak Agresif, Telisik Sebabnya
:
0
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat signifikan. Bersamaan dengan itu, indeks membentuk pola bearish sandwich. Umumnya, pola tersebut terbentuk di akhir fase minor bullish atau uptrend.
Oleh sebab itu, pelaku pasar sebaiknya jangan terlalu agresif melakukan akumulasi beli. Tunggu konfirmasi konsolidasi di akhir strong bearish dengan bertahan di atas level 6.300 atau konfirmasi ke atas 6.600. Saat ini, strategi sebaiknya dilakukan trading buy atau entry secara bertahap.
Strategi itu, dengan memperhitungkan peluang average buy, baik di atas 6.600 maupun di bawah 6.300 sampai area 6.000 sebagai level psikologis. Saham-saham bank big cap masih menjaga peluang minor bullish reversal meski bergerak fluktuatif pekan. JP Morgan merevisi rating menjadi overweight saham BBRI, dan BBNI membangun kembali konfidensi pasar.
Rasionalisasi pasar berpotensi meluas ke sektor-sektor lain, khususnya pada saham-saham bluechip. Nah, dari eksternal, pasar akan mencermati keputusan suku bunga acuan dari European Central Bank (ECB) malam nanti.
Berdasar dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, United Tractors (UNTR), Malindo Feedmail (MAIN), Trimegah Bangun Persada (NCKL), Astra International (ASII), dan Aspirasi Hidup Indonesia (ACES). (*)
Related News
IHSG Sesi I (31/7) Pertahankan Penguatan di Atas Level 6.200
IHSG Lanjutkan Penguatan, Dibuka Naik 0,65 Persen ke 6.226
Korea Investment (KISI) Soroti Peluang Lanjut Reli IHSG
Insentif Pajak Vokasi 200 Persen Sepi Peminat, Kemnaker Buka Suara
IHSG Kian Kinclong, Serok Saham TLKM, BBCA, BBRI, dan BMRI
IHSG Berpotensi Kembali Menguat, Ini Kata Analis





