Pidato Prabowo Disebut akan Turunkan IHSG, Ini Kata BEI dan Pengamat
:
0
Presiden Prabowo Subianto akan melakukan Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Emitennews.
EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto akan melakukan pidato kenegaraan di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pidato di gedung wakil rakyat tersebut untuk menyampaikan Rancangan Undang-undang (RUU) APBN 2027, Nota Keuangan, serta arah kebijakan fiskal Indonesia.
Pelaku pasar modal dan pasar uang menanti pidato orang nomor satu di Indonesia tersebut. Karena pidato kenegaraan tahunan Presiden Prabowo itu nantinya akan menjadi pijakan bagi para investor dalam mengambil langkah bisnisnya.
Hanya saja, muncul wacana di media sosial bahwa setiap kali Prabowo menyampaikan pidato, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ikut melemah.
Pandangan tersebut dibantah oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pengamat. Kedua pihak tersebut menyatakan IHSG yang merosot bukan karena pidato Prabowo. Namun karena kondisi ekonomi global yang sedang tertekan.
Berdasarkan data yang dioleh Emitnnews.com, Kamis (13/8/2026), Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan penurunan nilai transaksi bukan disebabkan oleh dinamika politik domestik maupun pidato Presiden Prabowo Subianto.
Jeffrey menyebut, faktor utama yang menekan likuiditas adalah ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya kebijakan proteksionisme Amerika Serikat berupa pengenaan tarif resiprokal yang memicu sentimen negatif berkepanjangan.
“Kalau kita mengikuti sejak satu tahun lebih, keputusan tarif resiprokal yang diumumkan pemerintah Amerika itu menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi atas aktivitas ekonomi yang bisa saja berdampak besar terhadap pelaku-pelaku usaha di banyak negara,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Selain itu, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan kelanjutan perang Rusia-Ukraina juga menjadi beban. Ketegangan itu membuat harga minyak mentah dunia fluktuatif sehingga menyulitkan industri memproyeksikan biaya energi. “Dinamika-dinamika itu justru yang berdampak lebih langsung kepada pergerakan di pasar ketimbang hal-hal lain,” ujarnya.
Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu Surya Vandiantara menyatakan bahwa narasi yang mengaitkan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo Subianto tidak tepat.
Menurutnya, secara teori, kenaikan dan penurunan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham. "Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu (4/7/2026) sebagai dikutip Antaranews.com.
Related News
Fitch Pertama Kalinya Beri Peringkat 'A+(idn)' Trimegah, Ini Faktornya
Kena Sentimen MSCI, Rupiah Tertahan di Rp17.867 per USD
Inflasi Rendah AS Tak Menolong, Yen Masih Kesulitan Bangkit
Permintaan AI Dorong Platinum Tembus USD1.770
KUR Mandiri Tembus Rp25,63T, Dorong 56 Ribu UMKM Naik Kelas
Inflasi AS Melambat Emas Kokoh Di Atas USD4.400





