EmitenNews.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp5 per helai saham atau sekitar Rp90,6 miliar. Dengan besaran tersebut, dividend payout ratio (DPR) PANI mencapai 7,4 persen.

Direktur PANI, Yohanes Edmond Budiman mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut PANI konsisten membagikan dividen dengan besaran yang terus meningkat.

Pada 2024, PANI membagikan dividen sebesar Rp2 per helai atau setara Rp31,25 miliar, dan pada tahun 2025 PANI membagikan dividen sebesar Rp4 lembar per saham dengan total Rp67,53 miliar.

“Para pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen adalah yang namanya tercantum sebagai pemegang saham pada tanggal 12 Juni 2026 dengan tanggal pembayaran pada tanggal 8 Juli 2026,” ujar Yohanes dalam public expose daring, Kamis (11/6/2026).

Di saat yang sama, Direktur PANI, Arthur Salim juga menyampaikan, pembagian dividen didorong oleh kinerja positif yang diraih perseroan. Pada kuartal pertama 2026, PANI membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp578 miliar atau meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kinerja tersebut terutama didorong oleh kontribusi penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang terus menunjukkan permintaan kuat dari investor strategis dan pelaku usaha, seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di dalam kawasan,” katanya.

Selain mencatat kinerja yang positif, PIK2 juga terus memperkuat ekosistem kawasan melalui berbagai infrastruktur dan fasilitas strategis. Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang telah beroperasi sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia, terus mendorong peningkatan kunjungan, aktivitas bisnis, dan eksposur kawasan.

Hingga saat ini, NICE telah mengamankan puluhan event nasional maupun internasional yang semakin memperkuat daya tarik PIK2 sebagai destinasi bisnis, hiburan, dan gaya hidup.

Di sisi lain, pembukaan bertahap Tol KATARAJA semakin meningkatkan konektivitas kawasan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta jaringan jalan tol utama di Jabodetabek. Peningkatan aksesibilitas ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya saing kawasan sebagai destinasi hunian, bisnis, dan investasi.

Secara fundamental, PANI didukung oleh total aset sekitar Rp50 triliun serta cadangan lahan seluas sekitar 1.825 hektare yang memberikan visibilitas pengembangan jangka panjang.