Pizza Hut RI (PZZA) Ungkap Dampak Akuisisi Global Terhadap Operasional
:
0
Salah Satu Gerai milik Pizza Hut Indonesia. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menyatakan akuisisi Pizza Hut di tingkat global tidak berdampak pada operasional di Indonesia. Seluruh gerai Pizza Hut Restaurant dan Pizza Hut Delivery (PHD) tetap buka dan melayani pelanggan seperti biasa.
Pernyataan ini disampaikan Jumat (19/6/2026) merespons aksi korporasi Yum! Brands, Inc. yang melepas bisnis Pizza Hut di luar Tiongkok ke LongRange Capital. Untuk pasar Tiongkok, Yum China akan mengambil alih. Kedua transaksi tersebut terpisah.
"Seluruh restoran Pizza Hut Restaurant dan Pizza Hut Delivery (PHD) tetap beroperasi seperti biasa, termasuk layanan kepada pelanggan, hubungan dengan mitra usaha, serta pelaksanaan strategi bisnis Perseroan," ucap President Director & CEO PT Sarimelati Kencana Tbk, Boy Lukito.
Ada tiga jaminan yang disampaikan menurut Boy. Pertama, kontrak waralaba PZZA tetap sah dan berlaku. Kedua, struktur kepemilikan dan status PZZA sebagai emiten BEI tidak berubah. Mayoritas saham masih dipegang investor nasional. Ketiga, koordinasi harian dengan prinsipal global tetap berjalan selama transisi.
Perusahaan juga mencatat laba dalam enam kuartal berturut-turut sejak kuartal IV 2024.
Boy Lukito mengatakan, "Bagi Pizza Hut Indonesia, kinerja bisnis dan operasional tetap menunjukkan tren yang positif dalam beberapa kuartal terakhir. Kami akan terus berkoordinasi dengan prinsipal selama masa transisi ini dan tetap fokus pada pelaksanaan strategi pertumbuhan di Indonesia, sekaligus memastikan layanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia."
PZZA menyambut kehadiran LongRange Capital yang disebut prinsipal global punya fokus pada penguatan operasional, pengalaman pelanggan, dan pertumbuhan jangka panjang lewat kemitraan erat dengan manajemen serta franchisee.
Saat ini PZZA mengoperasikan gerai di 36 provinsi dengan lebih dari 10.000 karyawan.
Related News
Laba Triliunan, PALM Cuma Sisihkan 2,7 Persen Laba Sebagai Dividen
BSDE Angkat Komisaris Utama Baru, 99 Persen Laba 2025 Buat Modal Kerja
Investasi Perdana, Presdir AALI Borong Saham ASII Rp10,68 Miliar
Emiten Suplemen Enervon-C (DVLA) Bersiap Bagi Dividen Final Rp64/Saham
NELY Nonaktifkan Direktur Eduard Halomoan, Tunggu Putusan RUPS
ANTM Kembali Huni Tiga Indeks ESG KEHATI, Ini Rinciannya





