PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April
:
0
PT PLN memastikan status siaga kelistrikan akan terus berlangsung hingga 11 April 2025 (H+7 Lebaran)
EmitenNews.com - PT PLN (Persero) berhasil memastikan keandalan pasokan listrik selama momen Ramadan dan Idulfitri 2025. Hal tersebut terlihat dari kesuksesan PLN menyuplai pasokan listrik andal tanpa kedip saat Salat Idulfitri 1446 Hijriah di seluruh Indonesia, pada Senin (31/3).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Senin (31/3) menggelar teleconference bersama seluruh unit PLN se-Indonesia, subholding, dan anak perusahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keandalan kelistrikan nasional selama Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Darmawan menegaskan bahwa seluruh personel PLN memberikan perhatian penuh terhadap suplai listrik, terutama saat pelaksanaan Salat Idulfitri.
Langkah ini sejalan dengan arahan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar layanan kelistrikan tetap optimal sepanjang bulan Ramadan hingga Idulfitri.
“Alhamdulillah, PLN berhasil menjalankan tugas yaitu memastikan sistem kelistrikan di seantero Indonesia andal. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lancar serta menikmati momen kebersamaan bersama keluarga dalam suasana yang hangat,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, status siaga kelistrikan akan terus berlangsung hingga 11 April 2025 (H+7 Lebaran), seluruh elemen perusahaan berkomitmen menjaga kondisi sistem kelistrikan dalam keadaan prima.
"Seluruh unit PLN telah melaporkan bahwa semua lokasi prioritas terjaga dengan optimal tanpa adanya gangguan kelistrikan.
"Ini merupakan wujud komitmen PLN dalam memberikan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat," tambahnya.
PLN mencatat sebanyak 4.092 lokasi prioritas yang menjadi fokus pengamanan, terdiri dari 2.855 lokasi Salat Id, 722 bandara, terminal, dan pelabuhan, serta 515 pusat kegiatan masyarakat di seluruh Indonesia.
Keandalan pasokan listrik selama perayaan 1 Syawal 1446 H didukung oleh kapasitas daya mampu pasok nasional sebesar 56,13 GigaWatt (GW), sementara beban puncak mencapai 44,62 GW.(*)
Related News
Pemerintah Dorong SPPG Serap Unggas Langsung dari Peternak
Manfaatkan Peluang ini: Saudi Minati Bakso Ikan Hingga Nuget Udang
Eksportir Jangan Main-Main, DMO Batubara Kini Diawasi Tim Gabungan
Duga Pajaknya Tak Beres, Menkeu Sambangi Pabrik Baja Asal China
Mitratel Sabet Penghargaan FinanceAsia Best Companies 2026
IHSG Akhir Pekan (26/6) Rontok 103 Poin, BBCA Top Gainer LQ45





