Porsi WIKA Rp15,54 T, Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah 88 Persen
EmitenNews.com—PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menjelaskan perkembangan terkini terkait dengan perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WIKA Adityo Kusumo mengatakan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek penugasan kepada WIKA dan tiga BUMN lainnya.
"Dalam kaitannya dengan kereta cepat merupakan salah satu penugasan dari pemerintah yang diberikan kepada WIKA sejak tahun 2017, yang kita mulai kencang di sana," ungkap Adityo dalam Public Expose Live 2022 WIKA, Selasa (13/9/2022).
Dia menambahkan bahwa saat ini perseroan dan stakeholders kereta cepat lainnya melakukan diskusi berkesinambungan tentang dukungan yang akan diberikan pemerintah kepada WIKA. Namun, dia belum dapat membeberkan lebih jauh mengenai hal itu.
"Ke depan memang kita sedang berdiskusi secara berkesinambungan dengan stakeholders . Nanti akan ada dukungan-dukungan pemerintah, yang mungkin belum bisa kami sampaikan di sini, terhadap posisi WIKA di kereta cepat," sebut Adityo.
Menurutnya, dengan adanya dukungan pemerintah itu, maka tingkat likuiditas dan debt to equity ratio WIKA akan membaik.
"Sehingga ke depan diharapkan tingkat likuiditas maupun tingkat debt to equity ratio -nya WIKA itu, kita melihat akan menurun secara bertahap seiring dengan dukungan pemerintah yang akan ada kepada Wijaya Karya," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya mengatakan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah proyek kereta cepat pertama di wilayah Asia Tenggara. Di proyek ini, porsi WIKA sendiri senilai Rp 15,54 triliun.
"Sampai dengan bulan Juli tahun 2022 progresnya mencapai 88,8% dan proyek ini ditargetkan untuk bisa selesai secara konstruksi di medio 2023," papar dia.
Related News
Victoria (VICO) Borong 3,67 Persen Saham BIPP, Nilainya Hampir Rp15M
Pengendali Borong 4,29 Persen Saham Victoria (VINS) Senilai Rp14,4M
Emiten RS Grup Astra (HEAL) Siapkan Rp200 Miliar Buyback Saham
Akuisisi Prajogo Diproses, SINI Bidik Pendapatan Batu Bara Rp2,98T
5 Pentolan TOWR Ramai-Ramai Lepas Saham, Nilainya Tembus Rp51,4 Miliar
INPP Pacu Recurring Income Capai 75 Persen dari Pendapatan 2026





