EmitenNews.com - Presiden Joko Widodo hari ini (31/3) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido City, milik bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di kawasan inilah Hary Tanoe disebut-sebut tengah mewujudkan rencana ambisius mengembangkan taman hiburan sekelas Disneyland dan Universal Studio dengan menggandeng konglomerat yang juga mantan Presiden AS, Donald Trump.
Sebelum diresmikan, Presiden Jokowi beserta rombongan didampingi oleh Hary Tanoe tampak meninjau sejumlah fasilitas yang terdapat di KEK Lido City, Bogor, Jawa Barat, Jumat.
"Setelah muter-muter di KEK Lido ini saya betul-betul sangat senang, karena apa? Infrastruktur yang kita bangun baik itu 'airport', baik itu pelabuhan, baik itu jalan tol, sekarang satu per satu sudah kelihatan manfaatnya dan dimanfaatkan oleh sektor swasta," kata Presiden seperti disaksikan dalam tayangan virtual, melalui akun YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat.
Presiden mengapresiasi Chairman MNC Group Hary Tanoe karena sudah memanfaatkan infrastruktur yang dibangun pemerintah, yakni Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang tersambung dengan Tol Jagorawi.
Kepala Negara mengatakan jalan tol yang sudah dibangun dapat memberikan nilai manfaat yang maksimal karena memberikan akses ke kawasan pertanian, perkebunan, dan dalam hal ini pariwisata.
KEK Lido sendiri memiliki sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung, di antaranya "theme park", "movieland", "water park" hingga "techno park".
Presiden Jokowi menilai sulit mencari lokasi dengan pemandangan alam seperti di KEK Lido karena dikelilingi Gunung Pangrango, Gunung Salak dan Gunung Gede. Dengan jarak tempuh hanya satu jam dari Jakarta, Presiden berharap masyarakat lebih senang berlibur di negeri sendiri.(*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal