Private Placement Beres! Saham Beredar SULI Kian Meluber

KERJA - Para pekerja tengah aktif menjalankan kegiatan sehari-hari. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - SLJ Global (SULI) menuntaskan private placement 1,32 miliar eksemplar. Pengeluaran saham anyar tersebut dibekali dengan nilai pelaksanaan Rp150 per lembar. Nah, dengan skema harga tersebut, SLJ Global mengantongi dana taktis Rp198,97 miliar.
Berdasar persetujuan investor, 5 dari 7 kreditur telah melakukan konversi utang menjadi saham. Para kreditur itu, Mataram Limited 554.043.418 saham senilai Rp83,10 miliar, Hui Pak Kong 104,733,333 lembar sejumlah Rp15,70 miliar, Borneo Karya Persada 286.666.667 helai setara Rp43 miliar, Sani Mardani Resources 84.509.628 unit sebesar Rp12,67 miliar, dan Pelayaran Sentra Arung Makmur 296.528.691 eksemplar selevel Rp44,47 miliar.
Dengan hasil itu, tiga dari lima kreditur tersebut mengempit saham SLJ Global di atas lima persen. Yaitu, Mataram Limited 554.043.418 saham alias 10,25 persen senilai Rp83,10 miliar, Pelayaran Sentra Arung Makmur 296.528.691 eksemplar alias 5,49 persen sejumlah Rp44,47 miliar, dan Borneo Karya Persada 286.666.667 helai atau 5,31 persen setara Rp43 miliar.
Setelah pelaksanaan private placement, jumlah modal saham ditempatkan dan modal disetor meningkat menjadi 5,40 miliar helai dari 4,07 mirai unit saham. Pelaksanaan private placement telah dilakukan pada 20 Februari 2024, dan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia pada 21 Februari 2024.
Private placement itu, digeber untuk memperbaiki kondisi keuangan. Pasalnya, perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan saat jatuh tempo kepada para kreditur. Penyulapan utang menjadi saham itu, sepanjang pemberi pinjaman menyetujui untuk menerima saham sebagai pelunasan pinjaman tersebut.(*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG