Prospektif! Saham PIPA Keluar dari FCA

ilustrasi bullish vs bearish. Dok/EmitenNews
EmitenNews.com -Saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) akhirnya keluar dari papan pemantauan khusus. Dengan begitu, saham ini tidak lagi diperdagangkan dengan skema Full-Call Auction (FCA).
"Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 29 Agustus 2025," kata Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Teuku Fahmi Ariandar, Jumat (28/8/2025).
Saham PIPA kemarin ditutup pada level 114 rupiah per lembar, nilai ini telah melonjak hingga 936 persen jika dibandingkan dengan periode Agustus tahun lalu yang hanya di level 11 per lembar saham.
Saham PIPA sebelumnya ditandai dengan notasi "X" yang berarti masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Mei 2024.
Notasi ini menandakan bahwa emiten tersebut memiliki kondisi yang kurang baik atau bermasalah karena likuiditas rendah atau tidak memenuhi persyaratan free float minimum, sehingga perdagangannya diwajibkan menggunakan sistem perdagangan khusus atau lebih dikenal dengan istilah FCA.
Adapun yang membuat saham PIPA mendapat perhatian sebegitu dalam dari regulator pasar modal dan dimasukkan kriteria efek dalam pemantauan khusus ke-1, karena harga rata-rata sahamnya di Pasar Reguler kurang dari Rp51,00/lembar; dan dalam kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata transaksi harian kurang dari Rp5.000.000 (lima juta rupiah) serta volume kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) selama 3 bulan terakhir diawali sejak Maret 2024 yang berlanjut sampai lebih dari setahun hingga Mei 2025.
Saham PIPA mendapat atensi Bursa karena harganya turun signifikan sejak dikenakan FCA sampai harga sahamnya jatuh ke harga terendah di Rp6 per saham bulan Juni 2024. Kurun waktu 1 Juli hingga 26 Agustus 2024 menjadi periode terburuk dimana sama PIPA hanya berkisar di level 6 hingga 9 rupiah per lembar saham.
Saham emiten sektor industri material bahan bangunan yang memproduksi berbagai jenis produk plastik, seperti pipa PVC, talang, ember dan lem ini kemudian mulai naik daun sejak kedatangan investor baru Morris Capital Indonesia dan belum lama juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan perwakilan perusahaan China untuk pengembangan produk pipa HDPE.
Related News

Dua Saham Ngebut Lepas Suspensi, Satu Masih Ngegas ARA

Laba Tebal, Valuasi Murah! Asuransi Umum Jadi Incaran

Tuntas, SILO Alihkan 20,96 Juta Saham Treasuri

Emiten Prajogo (PTRO) Tarik Pinjaman Rp2,5 T, Telisik Alokasinya

Belum Ada Investor Strategis, MSIN Beber Private Placement Jumbo

Drop 38 Persen, Laba BSSR Paruh Pertama 2025 Sisa USD49,67 Juta