Provident Investasi (PALM) Terbitkan Obligasi Rp1,5 T, Pefindo Beri Rating idA

EmitenNews.com—PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) telah memberikan peringkat "idA" untuk Obligasi Berkelanjutan I PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) dengan jumlah sebesar-besarnya Rp1,5 triliun, dan pada saat yang sama menegaskan peringkat "idA" untuk Perusahaan. Prospek untuk peringkat korporasi adalah "stabil".
Peringkat perusahaan mencerminkan kualitas kredit yang kuat pada portofolio investasi PALM, struktur permodalan yang konservatif, serta arus kas dan likuiditas yang kuat. Namun peringkat dibatasi oleh portofolio investasi yang terkonsentrasi dan pendapatan berulang yang sangat rendah.
Peringkat dapat naik apabila PALM dapat mendiversifikan portofolio investasi dengan menambahkan entitas-entitas dengan kualitas kredit yang lebih kuat dibandingkan dengan yang ada dalam portofolionya saat ini, yang akan berujung pada pendapatan berulang yang lebih tinggi. Sebaliknya, peringkat dapat turun apabila Perusahaan secara agresif membiayai investasinya dengan utang yang substansial, pada tingkat di mana hal ini memperlemah struktur permodalan atau proteksi arus kasnya.
Tekanan lainnya dapat berasal dari akuisisi investasi pada entitas-entitas dengan kualitas kredit yang lebih lemah yang akan mempengaruhi kualitas kredit portofolio investasi PALM secara keseluruhan. Selain itu, penurunan signifikan pada fundamental terkait portofolio investasi secara keseluruhan, seperti penurunan harga komoditas, khususnya emas dan perak, dapat menyebabkan penurunan peringkat, karena hal ini mempengaruhi kinerja dan harga saham dari perusahaan-perusahaan pada portofolio PALM.
PALM didirikan pada tahun 2006 sebagai PT Provident Agro dan terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013. Perusahaan kemudian berganti nama menjadi PT Provident Investasi Bersama Tbk pada bulan Agustus 2022. Pada tanggal 30 November 2022, pemegang sahamnya terdiri dari PT Provident Capital Indonesia (45,5%), PT Saratoga Sentra Bisnis (19,9%), Garibaldi Thohir (12,5%), dan Winarto Kartono (5,0%).
Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.
Related News

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar