Proyeksi IHSG Pekan Depan Usai Badai MSCI, Rawan Koreksi ke 4.880
:
0
Ilustrasi, potret perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di zona merah. Foto: IDX
EmitenNews.com - Analis memproyeksikan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan masih tinggi.
Hal itu merupakan dampak lanjutan setelah MSCI memberikan 'angin kejut' membuka konsultasi untuk mengusulkan Indonesia turun ke Standalone Market dari Emerging Market.
Karena itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta memperkirakan untuk pekan depan, volatilitas IHSG berpotensi tetap tinggi dan pergerakannya cenderung defensif, terutama jika belum ada kejelasan mengenai langkah reformasi yang akan ditempuh otoritas serta respons lanjutan investor asing.
“Namun, setelah koreksi yang tajam, peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual mulai mereda dan investor domestik kembali melakukan akumulasi secara selektif,” ujar Nafan kepada EmitenNews.
Nafan juga mengatakan, tekanan yang terjadi berpotensi berlangsung selama beberapa pekan hingga beberapa bulan karena persoalan yang dihadapi bukan lagi sekadar sentimen sesaat, melainkan menyangkut kredibilitas, transparansi kepemilikan saham, dan kelayakan investasi pasar modal Indonesia.
MSCI sendiri baru membuka periode konsultasi dan dijadwalkan menyampaikan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027, sehingga penurunan status tersebut belum menjadi keputusan final.
“Dengan demikian, tekanan pasar dapat mereda lebih cepat apabila OJK, BEI, dan pemerintah mampu menunjukkan langkah reformasi yang konkret dan terukur. Sebaliknya, apabila respons otoritas dinilai belum memadai, risiko arus keluar dana asing dan tekanan valuasi masih akan membayangi pasar hingga akhir tahun,” kata Nafan.
Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama juga menilai, pasar kemungkinan masih merespons pengumuman MSCI, terutama terkait potensi capital outflow dan kepercayaan investor asing terhadap transparansi pasar modal Indonesia.
Namun, setelah koreksi sangat dalam, peluang technical rebound juga terbuka.
“Kuncinya adalah respons konkret OJK dan BEI, bukan sekadar pernyataan komitmen reformasi,” ujarnya.
Related News
Bursa Saham Korban Terbaru MSCI Ini Hancur-hancuran
IHSG Jebol 14,91 Persen, Saatnya Investor Serok? Cek Ini Dulu
AI Tiru Suara Artis, Serikat Aktor Jepang Rilis Aturan
Imbas Shifting Konsumsi, Stok Pertalite Menipis
CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible
Kemenperin Kaji Wajib Teknologi CCU untuk Industri dan PLTU





