Public Expose Live 2026: Bank Raya (AGRO) Terus Perkuat Bisnis Digital
:
0
Bank Raya (AGRO) berpartisipasi dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan secara online pada Selasa (9/6/2026). Dok. Bank Raya.
EmitenNews.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara prudent. Saat ini porsi kredit digital meningkat menjadi 45,6% dari tahun sebelumnya sebesar 32,1% sejalan dengan transformasi untuk terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital.
Bank Raya (AGRO) berpartisipasi dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan secara online pada Selasa (9/6/2026).
Dalam kegiatan itu, Perseroan memaparkan kinerja keuangan Kuartal I 2026 beserta rencana ekspansi bisnis dan pengembangan inovasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, hadir memberikan paparan Ida Bagus Ketut Subagia selaku Direktur Utama dan Kicky Andrie Davetra selaku Direktur Bisnis.
Bank Raya menargetkan di tahun 2026 bahwa porsi kredit digital maupun simpanan digital akan terus bertumbuh positif. Penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy).
Sejalan dengan peningkatan tersebut, outstanding kredit digital Bank Raya juga terus tumbuh mencapai Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Public Expose yang rutin dilakukan oleh Bank Raya bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan kepada publik dan investor. Dalam Public Expose Live 2026 ini, Direksi menekankan bahwa Perseroan mempertajam visi untuk mendukung pengembangan bisnis digital serta mendorong keunggulan produk yang mudah, relevan, dan reliable untuk bertransaksi dan pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha, komunitas, maupun kebutuhan personal.
Mendukung visi tersebut, Bank Raya akan menerapkan strategi eksploitasi dan eksplorasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis digital. Dalam strategi eksploitasi, melalui sinergi dengan BRI dan perusahaan anak BRI, Perseroan akan mengoptimalkan peluang bisnis digital dalam ekosistem BRI Group. Sedangkan, melalui pendekatan eksplorasi, Bank Raya akan menyasar target pasar di luar BRI Group melalui kerja sama dan kolaborasi dengan partner-partner potensial.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, pertumbuhan ini mencerminkan fokus perseroan pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, perseroan selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan bertransformasi menjadi bank digital.
“Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami,” katanya.
Perseroan optimistis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan didukung oleh keunggulan kompetitif sebagai bank digital yang berfokus pada:
Related News
Andalkan Jaringan O2O BRI, Porsi Kredit Digital Bank Raya Tembus 45,6%
JSPT Naikkan Dividen 25 Persen, Pemegang Saham Kebagian Rp57,9M
IHSG Meroket 7,57 Persen, GOTO Justru Nyaman Tiarap di Level Gocap
Anak Usaha COIN Luncurkan Indeks Aset Kripto Pertama Indonesia, CFX10
Strategi IPCM Jaga Pertumbuhan Kinerja di Tengah Berbagai Tekanan
Jababeka (KIJA) Tabur Dividen, Totalnya Rp42,3M!





