Punya 7 Ribu Nasabah, SF Sekuritas Siap Bawa 9 Emiten Baru Hingga Akhir Tahun
Steffen mengatakan Surya Fajar menerapkan strategi ‘jemput bola’ dalam menjalankan bisnis penjamin emisi efek, terutama ke luar pulau Jawa. Dia meyakini potensi yang besar dari perusahaan-perusahaan yang berencana menggalang dana melalui IPO.
“Kami mendatangi para pelaku bisnis yang berpotensi secara bisnis di beberapa daerah di luar pulau Jawa, yang kami yakini banyak sekali potensi bisnis bagus untuk bisa menggalang dana melalui IPO,” terangnya.
Steffen optimistis pasar modal Indonesia bakal melanjutkan perkembangan ke depan dengan melihat potensi penggalangan dana dan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal. Dari sisi nilai transaksi, dia berpandangan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang mencapai belasan triliun mencerminkan bahwa animo tinggi dari para pemodal untuk bertransaksi saham.
“Ditambah potensi kenaikan jumlah investor yang meskipun sudah ada sekitar 10 juta investor yang memiliki RDN, tetapi jauh lebih rendah dibandingkan dengan potensi jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta orang. Kami berkeyakinan bahwa pasar Indonesia dari sisi pengembangan basis investor dan transaksi masih sangat besar,” ujarnya.
Sejauh ini, setidaknya masih ada 44 antrean perusahaan dalam aksi IPO dan 21 emisi dari 18 penerbit untuk efek bersifat utang atau sukuk. Di sisi lain, 24 perusahaan tercatat tengah berada dalam pipeline rights issue.
Related News
IHSG Sepekan Menghijau, Tapi Risiko Masih Mengintai
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton





