Ramai Sirop Mengandung Etilen Glikol, Ini Penjelasan Kalbe Farma (KLBF)
:
0
EmitenNews.com - PT Kalbe Farma (KLBF) menggaransi sirop obat batuk besutan perseroan tidak menggunakan ethylene glycol (EG), dan diethylene glycol (DEG). Perseroan selalu menjaga kualitas, memenuhi standar pembuatan obat (CPOB), dan distribusi obat (CDOB) Badan POM.
”Kebijakan antisipatif pemerintah terhadap pengaturan peredaran sirop bentuk kehati-hatian juga menjadi perhatian Kalbe dalam memasarkan obat kepada masyarakat. Kalbe mematuhi seluruh ketentuan Badan POM, dan tidak menggunakan bahan baku EG, dan DEG," tutur Vidjongtius, Presiden Direktur Kalbe Farma.
Perseroan akan mematuhi arahan, dan permintaan Badan POM untuk memeriksa kembali produk-produk dari kandungan EG, dan DEG agar aman dikonsumsi masyarakat. Terus berkoordinasi dengan Badan POM, dan stakeholder lain dalam peredaran sirop sesuai panduan pemerintah. Selain itu, berkomitmen menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat, dan pasien yang membutuhkan.
Sejak berdiri 1966, perseroan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar Asia Tenggara. Perseroan didukung empat divisi utama menangani portofolio merek andal dan beragam; divisi obat resep, divisi produk kesehatan menangani obat bebas, multivitamin, dan minuman suplemen siap saji, divisi nutrisi; dan divisi distribusi & logistik.
Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menemukan zat kimia berbahaya baru yaitu Ethylene glycol butyl ether (EGBE). Zat berbahaya itu, memicu balita menderita penyakit gangguan ginjal akut. Kemenkes telah mengambil sampel beberapa jenis obat sirop, dan terbukti beberapa obat-obatan sirop mengandung zat kimia EG, diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) berbahaya. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





