Rampungnya IUE-CEPA Buka Peluang Produk Alas Kaki dan Furnitur
Rampungnya UE CEPA memperluas peluang ekspor ke kawasan tersebut dengan ragam produk kompetitif seperti alas kaki, furnitur, produk industri biohazard hingga mineral.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa (UE) setelah dicapainya kesepakatan politik penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vegas dalam diskusi strategis bertajuk “Unlocking Opportunities: Indonesia-EU CEPA and the Future of Indonesian Exports to Europe” yang digelar di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta pada Kamis (13/11/2025)
Dino menyampaikan bahwa kesepakatan politik untuk menyelesaikan perundingan CEPA merupakan langkah besar setelah pembahasan panjang selama bertahun-tahun.
“Kesepakatan ini menandai komitmen bersama untuk membangun kemitraan ekonomi yang lebih seimbang, strategis, dan berorientasi masa depan,” ujarnya.
Dino menilai Uni Eropa merupakan salah satu pasar terbesar dunia dengan standar tinggi pada keberlanjutan, kualitas, dan inovasi. Indonesia, menurutnya, memiliki peluang besar untuk memperluas ekspor ke kawasan tersebut dengan ragam produk kompetitif seperti alas kaki, furnitur, produk industri biohazard hingga mineral.
“Indonesia berpotensi menjadi pemasok yang andal, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi,” terang Dino.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Kadin Indonesia Pahala Mansury menyatakan bahwa penyelesaian CEPA bukan merupakan akhir, melainkan awal dari aliansi ekonomi yang lebih strategis.
“Finalisasi CEPA bukan titik akhir. Ini justru menjadi landasan untuk membangun aliansi yang lebih mendalam dan strategis,” ujarnya.
Pahala menyebut perdagangan barang bilateral Indonesia-UE menunjukkan perkembangan signifikan pada 2024, dengan Uni Eropa kini menjadi mitra dagang terbesar kelima Indonesia. Ia menjelaskan bahwa CEPA membuka peluang besar bagi ekspor Indonesia.
“CEPA menghapus tarif lebih dari 98% produk Uni Eropa yang masuk ke Indonesia dan membuka akses bagi 91% ekspor Indonesia ke Eropa,” katanya
Pahala menuturkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memasok kebutuhan industri berkelanjutan Eropa, mulai dari nikel, minyak sawit, kopi hingga kapasitas energi terbarukan seperti panas bumi dan hidro. Menurutnya, posisi Indonesia dalam rantai pasok hijau global dapat diperkuat melalui kolaborasi yang lebih erat dengan Uni Eropa.
“Kita harus bergerak dari kesepakatan menuju aksi,” tutup Pahala.(*)
Related News
IHSG Sepekan Menghijau, Tapi Risiko Masih Mengintai
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton





