Rasio Utang Tinggi, Moody's Downgrade Peringkat Obligasi Agung Podomoro Land (APLN)
Penjualan pada 31 Maret 2023 yang sebesar Rp 813,27 miliar, turun dari Rp 960,02 miliar pada periode sama tahun 2022. Sebaliknya dari bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan, pendapatan berulang pada 31 Maret 2023 meningkat menjadi Rp 337,80 miliar dari Rp 299.09 miliar pada 31 Maret 2022.
"Kami berpandangan periode awal tahun selalu dinamis dan penuh tantangan.Oleh karena itu Perseroan akan terus berusaha untuk mendorong penguatan bisnis melalui sejumlah inisiatif yang sudah direncanakan," turunnya.
Dia menegaskan, rencana bisnis yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kondisi dan kinerja keuangan Perseroan, termasuk untuk meningkatkan peringkat Obligasi Senior yang diterbitkan oleh APL Realty Holdings Pte. Ltd. pada 2 Juni 2017.
Dari sisi penjualan produk, pihaknya terus mengoptimalkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap properti. Melalui inovasi produk yang diminati konsumen dan didukung infrastruktur yang baik, perseroan mengupayakan berbagai inisiatif pemasaran agar produk-produk Perseroan menjadi referensi dan pilihan konsumen, sehingga pendapatan dari penjualan produk-produk Perseroan dapat ditingkatkan.
Perseroan juga terus mendorong sektor pendapatan berulang dari hotel dan pusat perbelanjaan agar tumbuh positif.
Disamping itu, dari sisi biaya, manajemen akan selalu disiplin dan terukur dalam mengeksekusi setiap strategi yang sudah direncanakan dengan tetap mengedepankan efisiensi dalam berbagai lini bisnis.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





