Ratusan UMKM Naik Kelas, Rumah BUMN Rembang Catat Transaksi Rp6,9M
:
0
Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran, saat melihat batik UMKM Rumah BUMN SIG pada Kartini Expo di Komplek Museum Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 21 April 2026.
EmitenNews.com - Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN Rembang telah mendampingi 580 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang hingga naik kelas. Nilai transaksi kumulatifnya tembus Rp6,9 miliar serta menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal.
Capaian tersebut mempertegas peran Rumah BUMN yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai inkubator bisnis berbasis desa yang tidak hanya memperkuat kapasitas usaha pelaku UMKM, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pendampingan terintegrasi, RB Rembang membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, hingga memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Corporate Secretary Semen Indonesia Group (SIG), Vita Mahreyni mengatakan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.
“UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kompetitif, memiliki daya saing lebih kuat, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Vita Mahreyni, dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Hingga 2025, RB Rembang telah menyelenggarakan 203 program pelatihan yang mencakup pengembangan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan branding, hingga strategi pemasaran. Pendampingan dilakukan secara komprehensif untuk membantu UMKM menjawab tantangan pasar sekaligus membuka peluang penetrasi ke pasar yang lebih luas.
Salah satu pelaku UMKM binaan yang merasakan dampak program tersebut adalah Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang. Berkat pendampingan RB Rembang, usahanya kini berkembang dengan omzet mencapai sekitar Rp100 juta per bulan serta mampu menyerap puluhan tenaga kerja dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.
SIG menegaskan bahwa Rumah BUMN Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, hingga akses pemasaran berbasis digital.
Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Dengan berbagai capaian tersebut, RB Rembang kini berkembang menjadi salah satu model pemberdayaan UMKM berbasis kolaborasi antara BUMN dan masyarakat desa. Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program melalui pengembangan kapasitas UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses pasar nasional hingga global bagi para pelaku usaha binaan.
Related News
Bongkar Kasus Judol Lintas Negara, Bareskrim Tetapkan 287 Tersangka
KPK Dalami Setoran dari Bali dalam Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA
Dalam Lima Bulan Ada 23.470 Pekerja Kena PHK, Terbanyak Jabar
Ada John Lennon dalam Kasus Suap Ketua Ombudsman RI 2026
Bank BSN dan UMSU Bangun Ekosistem Perbankan Syariah Terintegrasi
Gap Kesenjangan Gaji Dokter Tinggi Sekali, Menkes Mau Benahi





