Realisasi Dana IPO CMRY Hingga 31 Desember 2025 Masih di Bawah Rencana
Ilustrasi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Dok. Cimory)
EmitenNews.com -
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) melaporkan masih terdapat dua rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang belum terealisasi hingga akhir Desember 2025. Dalam IPO yang digelar pada Desember 2021, Perseroan menghimpun dana bersih sebesar Rp3,56 triliun.
Direktur CMRY Bharat Shah Joshi dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/1/2025), menyampaikan bahwa hingga akhir Desember 2025 Perseroan telah merealisasikan dana IPO sebesar Rp1,60 triliun atau setara 44,90 persen dari total dana bersih IPO.
Untuk investasi penambahan kapasitas produksi, realisasi dana tercatat Rp968,32 miliar, lebih rendah dibandingkan rencana dalam prospektus IPO sebesar Rp1,17 triliun.
Sementara itu, realisasi dana untuk ekspansi saluran distribusi mencapai Rp384,01 miliar, juga masih di bawah rencana anggaran dalam prospektus sebesar Rp535,45 miliar.
Adapun dana IPO yang dialokasikan untuk modal kerja dan kegiatan operasional lainnya sebesar Rp251,06 miliar telah terealisasi 100 persen hingga akhir Desember 2025.
Manajemen CMRY mengungkapkan, terdapat dua rencana penggunaan dana IPO yang belum direalisasikan sesuai prospektus, yakni penyetoran modal kepada dua entitas anak usaha. Perseroan menganggarkan dana sebesar Rp829,40 miliar untuk PT Macroprima Panganutama dan Rp713,93 miliar untuk PT Macrosentra Niagaboga, namun hingga akhir periode pelaporan, realisasi atas kedua rencana tersebut belum dilakukan.
Berdasarkan laporan tersebut, sisa dana IPO CMRY sebesar Rp1,96 triliun ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan. Rinciannya, deposito sebesar Rp648,16 miliar, giro pada Bank BCA Rp7,39 miliar, serta investasi pada delapan seri obligasi negara dengan tenor antara 18 hingga 54 bulan dan imbal hasil berkisar 3,85 persen hingga 7 persen.
Related News
Inflasi Terkendali, Pasokan Pangan Buka Ruang Pertumbuhan Konsumsi
Setara 29,3 Persen dari PDB, Utang Luar Negeri RI USD423,8 Miliar
Bloomberg: Risiko Resesi RI Lebih Rendah Dibanding AS, China, Jepang
Harga Emas Antam Masih Naik Rp10.000 Per Gram
Menkeu Akan Dorong Sektor Riil Untuk Kejar Pertumbuhan
Agenda Danantara 2026, Jalankan Reformasi BUMN Besar





