Rebalancing MSCI Efektif, BREN hingga CUAN Melonjak Meski Didepak
:
0
Logo MSCI Inc. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Hasil review indeks MSCI efektif pada penutupan perdagangan Jumat (29/5) memicu pergerakan beragam pada sejumlah saham yang sebelumnya didepak dari indeks, khususnya dari MSCI Global Standard Index Indonesia, dan MSCI Global Small Cap.
Sejumlah emiten besar tercatat keluar dari MSCI Global Standard Index Indonesia, sementara PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dialihkan ke daftar MSCI Global Small Cap.
Di samping itu, MSCI tidak menambahkan saham baru ke dalam MSCI Global Standard Index Indonesia. Sebaliknya, terdapat enam saham yang dikeluarkan dari indeks tersebut.
Jika melihat penutupan perdagangan terakhir, sebagian saham yang keluar justru mencatat penguatan signifikan. Misal, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi yang paling mencolok dengan lonjakan 660 poin atau 25% ke level Rp3.300.
Penguatan besar juga terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melesat 125 poin atau 24,75% menuju level Rp630. Sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 60 poin atau 13,89% ke posisi Rp492. Lalu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut menguat 190 poin atau 6,11% ke level Rp3.300.
Berbeda dengan saham-saham itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) justru melemah 115 poin atau 6,05% ke posisi Rp1.785, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang turun 40 poin atau 3,36% ke level Rp1.150.
Daftar saham keluar dari MSCI Global Standard Indonesia:
- AMMN – naik 6,11% ke Rp3.300
- TPIA – turun 6,05% ke Rp1.785
- DSSA – naik 13,89% ke Rp492
- CUAN – naik 24,75% ke Rp630
- BREN – naik 25% ke Rp3.300
- AMRT – turun 3,36% ke Rp1.150
Sementara itu, pada kategori MSCI Global Small Cap, AMRT menjadi satu-satunya saham yang berhasil masuk dalam indeks. Di sisi lain, MSCI mengeluarkan 13 saham dari MSCI Global Small Cap, dengan mayoritas mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan Jumat lalu.
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah anjlok 14,39% ke level Rp238. Penurunan tajam juga dialami PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) yang merosot 14,78% menuju Rp980.
Saham lain yang turut melemah antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,03% ke Rp2.900, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi 1,52% ke Rp6.475, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 5,26% ke Rp630, serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang melemah 4,95% ke Rp384.
Related News
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, TLKM Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun
Cuaca Ekstrem Melanda, EBITDA DOID Meningkat Signifikan
Gunanusa Stanby Buyer, Right Issue CBRE Tunggu Restu OJK
Kinerja Kredit Tumbuh 30,62 Persen, Ini Motor Penggerak Amar Bank
Bank Woori Saudara (SDRA) Rombak Manajemen, Tunjuk 7 Nama Baru
Pertumbuhan Kinerja IPCC Kian Solid pada Awal Kuartal II 2026





