EmitenNews.com - Menjelang libur Imlek, aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pemulihan kondisi dari keterpurukan dan ketidakpastian pasar modal Indonesia sebelumnya. Sepanjang 9–13 Februari 2026, pasar tak hanya mencatat penguatan indeks dan kapitalisasi, tetapi juga kedatangan dua obligasi dan satu sukuk baru di papan pencatatan.

Pekan dibuka dengan konferensi pers bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (9/2). OJK, BEI, dan KSEI menegaskan reformasi integritas pasar terus dipercepat mulai dari sengkarut masalah transparansi kepemilikan, penguatan data investor yang lebih granular, hingga penyesuaian bertahap kebijakan free float. Pesannya jelas: fondasi pasar diperkuat di tengah dinamika global.

Memasuki pertengahan pekan, Rabu (11/2) BEI menjadi tuan rumah ASEAN Climate Forum 2026 (ACF) di Main Hall. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan regional di mana utusan khusus Indonesia mewakili Presiden, diwakili oleh Adiknya sendiri yakni, Hashim Djojohadikusumo untuk membahas transisi energi berkeadilan dan penguatan pasar karbon ASEAN.

Dari sisi pencatatan, Kamis (12/2), Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp800 miliar dari PT Hino Finance Indonesia resmi melantai. Obligasi tersebut memperoleh peringkat idAA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Sehari berselang, giliran PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TOWR) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 senilai Rp889 miliar serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2026 senilai Rp210,1 miliar. Keduanya mengantongi peringkat AA+(idn) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Secara kumulatif, sepanjang 2026 telah tercatat 19 emisi obligasi dan sukuk dari 13 emiten dengan nilai Rp14,56 triliun. Total outstanding obligasi dan sukuk di BEI kini mencapai Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta.

Menengok sitkon pasar saham, mayoritas indikator bergerak positif. IHSG menguat 3,49% ke level 8.212,271. Kapitalisasi pasar naik 3,83% menjadi Rp14.889 triliun. Volume transaksi harian melonjak 4,73% menjadi 45,24 miliar saham, sementara frekuensi transaksi naik tipis 0,37% menjadi 2,74 juta kali per hari.

Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian turun 6,27 persen ke Rp23,20 triliun. Investor asing mencatatkan jual bersih Rp2,03 triliun pada hari terakhir perdagangan pekan ini, sehingga secara year-to-date posisi net sell mencapai Rp16,49 triliun.

Bursa menutup perdagangan akhir pekan dengan kombinasi penguatan indeks, arus emisi baru, dan agenda reformasi integritas.

Bursa dalam rangka Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, juga meliburkan perdagangan pasar modal Indonesia, yang mana jatuh pada tanggal 16 dan juga 17 Februari 2026.