Refinancing, Cikarang Listrindo (POWR) Jajakan Surat Utang USD500 Juta

Pembangkit besutan Cikarang Listrindo aktif berproduksi. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Cikarang Listrindo (POWR) akan menerbitkan surat utang (notes) USD500 juta. Surat utang itu, direncanakan dibalut bunga tetap 7 persen per tahun. Nantinya, surat utang tersebut akan jatuh tempo paling lambat tahun ke-10.
Dana hasil penerbitan notes tersebut akan digunakan untuk pelunasan sebagian atau keseluruhan atas surat utang (Notes) 2026 termasuk bunga, dan biaya lainnya. Notes 2026 memiliki suku bunga tetap 4,95 persen. Bunga itu, dibayar dua kali setahun pada 14 Maret, dan 14 September setiap tahun, dan jatuh tempo pada 14 September 2026.
Notes 2026 senilai USD550 juta dijajakan Listrindo Capital B.V. Listrindo Capital B.V. telah mengalihkan seluruh hak dan kewajiban notes 2026 kepada perseroan pada 25 September 2019. Perseroan telah membeli kembali Notes 2026 sejumlah USD50 juta dari pasar terbuka, dan telah mengatur pembatalan Notes 2026 senilai USD500 juta dalam beberapa tahap.
Penerbitan, pelunasan notes 2026 termasuk waktu pelaksanaan, total nilai notes, jatuh tempo, dan bunga akan tergantung pada kondisi pasar. Perseroan akan memperhatikan kondisi terbaik untuk menerbitkan notes, dan melunasi sebagian atau keseluruhan atas notes 2026.
Perseroan juga akan mempertimbangkan adanya potensi peningkatan atau penurunan suku bunga, dan kondisi ekonomi makro di masa mendatang. Surat utang 2026 masih memiliki jangka waktu sampai 2026. penerbitan surat utang untuk mendongkrak likuiditas, dan mendukung kebutuhan umum perusahaan.
Menyusul transaksi, perseroan dapat melakukan pengembangan usaha lain termasuk pembangunan aset pembangkit listrik untuk menyuplai kebutuhan listrik kawasan industri yang dilakukan dengan memonitor potensi pengembangan usaha dari industri-industri dilayani.
Perseroan senantiasa mengembangkan kapasitas produksi secara berkala agar mencukupi pertumbuhan kebutuhan permintaan listrik pelanggan, yang nantinya memberi manfaat bagi perseroan serta menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Nah, untuk memuluskan rencana itu, perseroan akan meminta restu para pemodal. Izin itu akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 22 November 2024 pukul 10.00 WIB. Peserta berhak ikut rapat harus tercatat sebagai pemegang saham pada Rabu, 23 Oktober 2024 pukul 16.15 WIB. (*)
Related News

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun