Dengan demikian di awal 2026, VKTR diproyeksikan akan memasok total 152 unit bus listrik dari total armada bus listrik yang beroperasi untuk Transjakarta. Jumlah ini setara dengan sekitar 30 persen dari armada bus listrik Transjakarta.

Ardi mengklaim perseroan mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2025, VKTR menjual 69 unit kendaraan listrik yang terdiri atas 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan swasta lintas industri.

Dengan demikian total kumulatif penjualan kendaraan listrik VKTR yang telah dirampungkan sejak awal berdirinya hingga akhir tahun 2025 mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift.

Awal 2026, VKTR memperoleh order pembelian bus listrik dari perusahaan pengembang real estate terkemuka di Jakarta dan order transporter dari perusahaan transportasi antarkota di Malang. Perseroan juga sedang memproduksi 2 unit shuttle bus listrik untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah dengan target pengiriman pada akhir kuartal ke-2 tahun 2026.

Menurut Ardi Bakrie, secara bisnis pada 2025, VKTR mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,08 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,004 miliar pada 2024.

Dari sisi posisi keuangan, total aset VKTR tumbuh 11,8 persen (yoy) menjadi Rp1,79 triliun pada 2025, dari Rp1,6 triliun di 2024, didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan, yang diimbangi juga oleh penambahan aset tetap.

Kemudian, dari sisi liabilitas, terjadi peningkatan 22,2 persen (yoy) menjadi Rp553 miliar di 2025 dari Rp453 miliar di 2024 sejalan dengan penambahan pinjaman untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis. ***