EmitenNews.com - Pemerintah bersama otoritas keuangan mempercepat reformasi pasar modal guna menghadapi evaluasi siklus MSCI Index Review pada November 2026 demi menjaga kepercayaan investor global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa bertahannya status Indonesia di tingkat global menjadi dorongan penting bagi pembenahan internal.

“Indonesia yang tetap berstatus Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal. Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor,” ujar Menko Airlangga melalui laman Kementerian.

Langkah percepatan reformasi pasar modal ini dilakukan secara kolaboratif oleh Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Bank Indonesia (BI). Penilaian masa depan pasar Indonesia akan didasarkan pada konsistensi dan efektivitas pelaksanaan reformasi tersebut.

Fokus utama percepatan mencakup lima aspek krusial, yaitu:

* Penguatan pengawasan pasar.
* Peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham.
* Penyempurnaan tata kelola perusahaan tercatat (corporate governance).
* Penguatan integritas perdagangan.
* Penegakan hukum yang lebih efektif.

Selain itu, pemerintah berkomitmen mendorong pendalaman pasar keuangan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor domestik, memperkuat kualitas pembentukan harga, serta meningkatkan efisiensi pasar secara keseluruhan.

Upaya reformasi ini didukung penuh oleh fundamental makroekonomi Indonesia yang saat ini tetap kuat. Fondasi penting dalam menjaga kepercayaan investor mencakup stabilitas nilai tukar, inflasi yang terjaga, kondisi fiskal yang sehat, serta koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter.

Guna memastikan perkembangan ini diakui secara global, pemerintah akan menjaga komunikasi aktif dengan pihak MSCI dan komunitas investor internasional. Agenda jangka panjang ini diharapkan dapat membuat pasar modal Indonesia semakin transparan, kredibel, efisien, dan kompetitif, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan.(*)