EmitenNews.com -Anak perusahaan Temasek Holdings, Temasek Financial (I) Limited (TFin-I), resmi menetapkan harga penerbitan obligasi berjaminan senilai S$750 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2036 mendatang.

Pengumuman penetapan harga obligasi berjangka waktu 10 tahun tersebut disampaikan langsung oleh pihak manajemen Temasek Financial dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Singapura, sebagaimana dilaporkan media Singapore Business Review.

Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa obligasi bertajuk T2036-S$ Temasek Bond ini dihargai pada nilai nominal dengan imbal hasil hingga jatuh tempo sebesar 2,65 persen per tahun. Kupon bunga atas instrumen surat utang tersebut bakal dibayarkan secara berkala setiap enam bulan sekali kepada pemegang obligasi.

Penerbitan instrumen investasi ini berada di bawah skema Program Obligasi Jangka Menengah Global Berjaminan milik TFin-I dengan total nilai plafon mencapai S$38,5 miliar atau setara US$30 miliar (dengan acuan kurs S$1 = US$0,78). Induk usaha TFin-I, yaitu Temasek Holdings, bertindak langsung sebagai penjamin obligasi secara penuh tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan.

Seluruh dana segar yang diperoleh dari hasil penawaran bersih ini rencananya dialokasikan langsung kepada Temasek beserta perusahaan induk investasinya. Dana tersebut dimanfaatkan guna membiayai dan mendukung operasional kegiatan usaha harian grup secara berkelanjutan.

Surat utang negara tetangga ini memperoleh peringkat kredit tertinggi, yakni Aaa dari lembaga pemeringkat Moody's Investors Service serta AAA dari S&P Global Ratings. Peringkat investasi tersebut sejalan dengan profil risiko korporasi Temasek secara keseluruhan yang tergolong sangat aman.

Aksi korporasi Singapura ini menjadi perhatian para pelaku pasar modal dan investor institusi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai pembanding yield instrumen surat utang korporasi berskala internasional di wilayah regional.

Proses penawaran obligasi dijadwalkan selesai pada 11 Agustus, diikuti pencatatan resmi di Bursa Efek Singapura pada 12 Agustus. Penjualan ini dibatasi hanya untuk investor di luar wilayah Amerika Serikat. Konsorsium perbankan multinasional yang terdiri dari DBS, OCBC, Standard Chartered Bank, dan United Overseas Bank dipercaya menjadi manajer utama bersama sekaligus penjamin emisi pelaksana.(*)