Risiko Global Meningkat, Gulung Saham AMMN, NCKL, SMDR, dan ERAA
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026 setelah rilis data PPI lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu, peningkatan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi belum sepenuhnya terkendali. Kecemasan akan sektor AI, dan kredit swasta juga ikut menambah tekanan pasar.
Pekan ini beberapa data ekonomi Amerika Serikat (AS) dinanti di antaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm payrolls, unemployment rate, dan Retail sales. Di sisi geopolitik, eskalasi risiko konflik global meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran melalui udara, dan laut pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Efeknya, harga energi berpotensi naik, dan investor global cenderung mengurangi exposure terhadap aset berisiko. Tewasnya pemimpin tertinggi Iran, dan tokoh militer penting lainnya dikhawatirkan memicu perang terbuka lebih luas, seiring potensi serangan balasan Iran menarget pangkalan militer Israel dan AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
Dampak perang AS-Iran diperkirakan menjadi sentimen negatif akibat peningkatan ketidakpastian global, dipengaruhi seberapa lama, dan meluasnya perang akan berlangsung. Namun, sektor energi dan emas diperkirakan mendulang untung karena kenaikan harga komoditas.
Secara teknikal, kalau indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 8.100 berpeluang menguji level 7.800-8.000. Indeks rebound kalau sentimen global mereda, dan domestik solid. Investor domestik mencermati rilis S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, inflasi Februari 2026, dan cadangan devisa Februari.
Sementara itu, penurunan tarif dalam kesepakatan dagang dengan AS dari 19 persen menjadi 15 persen berpotensi menjadi faktor positif terhadap sektor berbasis ekspor. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan sejumlah saham berikut. Yaitu, HRUM, NCKL, SMDR, AMMN, ERAA, dan MAIN. (*)
Related News
IHSG Susuri Level 8.025-7.861
Gara-Gara IPO Indo Pureco, KGI Sekuritas Dibekukan OJK
KISI Prediksi IHSG Tembus 9.200 di 2026, Ini Saham Jagoannya
Cek! 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Periksa! BNBR Rajai 10 Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Fluktuatif, Investor Asing Cabut Rp9,51 TriliunĀ





