RMKE Gandeng Kodam II Sriwijaya, Ini Lingkup Kerja Samanya
Situasi dan kondisi area pertambangan batu bara besutan RMK Energy. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - RMK Energy (RMKE IJ), meneken perjanjian kerja sama strategis dengan Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya. Itu dilakukan untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan keberlanjutan operasional perseroan di Sumatera Selatan (Sumsel). Perjanjian itu, mencakup bantuan penguatan pembinaan teritorial, dan pengamanan TNI seluruh wilayah operasi RMKE.
Poin-poin penting kerja sama meliputi jaminan keamanan aset: personel TNI akan mendukung pengamanan aset vital perseroan, termasuk fasilitas terminal khusus batubara dan infrastruktur penunjang lainnya. Lalu, mitigasi risiko sosial: melalui pembinaan teritorial (Binter), TNI akan membantu melakukan pendekatan humanis, dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar area operasi, meminimalisir potensi friksi sosial yang dapat menghambat kinerja.
Dan, peningkatan disiplin SDM: TNI akan memberi pembinaan mental dan disiplin kepada satuan pengamanan internal RMKE, meningkatkan standar profesionalisme dalam menjaga objek vital perusahaan. Kodam II Sriwijaya menyambut baik inisiatif tersebut, dan menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, dan aparat keamanan negara.
”Kolaborasi transparan dan akuntabel merupakan bagian dari sinergi untuk mengimplementasikan pembinaan teritorial humanis kepada pengamanan internal perusahaan, dan juga masyarakat sekitar agar tercipta iklim usaha kondusif, dan pada akhirnya memberi kontribusi peningkatan ekonomi negara," tutur Kolonel Inf Rony Fitriyanto, Asisten Operasi (Asops) Kasdam II/ Sriwijaya, mewakili Panglima Kodam II Sriwijaya.
Direktur RMK Energy William Saputra menambahkan keamanan aset, dan kelancaran rantai pasok batu bara merupakan prioritas utama dalam menjaga kepercayaan pemegang saham, dan mitra bisnis. Sinergi dengan Kodam II/Sriwijaya merupakan langkah mitigasi risiko yang krusial untuk mencegah potensi gangguan operasional, sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui program pembinaan teritorial,” tegasnya.
Dukungan Kodam II/Sriwijaya memberi kepastian keamanan bagi rantai pasok batu bara sebagai objek vital. Lebih dari itu, mekanisme pembiayaan transparan melalui rekening resmi institusi, dan pelaporan berjenjang dalam perjanjian ini menegaskan RMKE menjalankan bisnis dengan prinsip kepatuhan ketat. ”Kami optimistis ini akan meminimalisir risiko operasional (unplanned downtime), dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham,” ulas William.
Manajemen meyakini stabilitas keamanan terjamin akan berdampak langsung pada optimalisasi volume angkutan batu bara tahun ini. Dengan meminimalisir gangguan eksternal (unplanned downtime akibat faktor keamanan), perseroan optimistis dapat mencapai target operasional, dan keuangan telah ditetapkan untuk tahun fiskal 2026.
Kerja sama itu, juga menegaskan komitmen RMK Energy terhadap tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dengan melibatkan institusi negara dalam menjaga kepatuhan, dan keamanan sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.
Dengan stabilitas keamanan terjamin melalui kerja sama ini, manajemen RMK Energy menargetkan peningkatan efisiensi operasional, dan kelancaran arus logistik batubara sepanjang tahun 2026, mendukung target pertumbuhan volume angkutan yang telah ditetapkan. (*)
Related News
Senyap, Pengendali ADMR Akumulasi 176,6 Juta Saham
Anak Usaha BREN Gandeng SLB Garap Proyek Panas Bumi Sekincau
Fundamental Solid, Bank Mandiri Awali 2026 Perkuat Ekonomi Kerakyatan
SSMS Optimistis Hadapi Dinamika Industri Sawit Nasional
Lagi, Pengendali Serok Saham BUKA Rp674,34 Miliar
Entitas DOID Garap Pertambangan Adaro Indonesia





