EmitenNews.com -Selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), periode 25-29 September 2023, rata-rata volume transaksi melambung 41,9 persen menjadi 24,52 miliar saham dari 17,28 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.

 

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip Senin (1/10), rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat meningkat 7,15 persen menjadi Rp11,69 triliun dibanding sepekan sebelumnya yang sebesar Rp10,91 triliun per hari.

 

Kinerja positif perdagangan saham selama sepekan terakhir juga terjadi pada data rata-rata frekuensi transaksi harian yang meningkat 3,96 persen menjadi 1.204.385 kali dari 1.158.472 kali transaksi per hari pada pekan sebelumnya.

 

Sementara itu, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini berada pada level 6.939 atau melorot 1,1 persen dibanding posisi penutupan perdagangan di akhir pekan sebelumnya pada level 7.016.

 

Dengan posisi IHSG yang berada di level 6.939 tersebut, maka nilai kapitalisasi pasar hingga akhir pekan ini menjadi Rp10.288 triliun atau merosot 0,99 persen dibanding saat penutupan perdagangan di akhir pekan sebelumnya yang mencapai Rp10.391 triliun.

 

Pada perdagangan Jumat (29/9), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp762,97 miliar. Sedangkan untuk sepanjang tahun ini yang berakhir 29 September 2023, investor asing telah telah mencatatkan nilai jual bersih mencapai Rp5,24 triliun.

 

Selama sepekan perdagangan, BEI menerima dua pencatatan surat utang, yakni Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II-2023 yang diterbitkan oleh PT Mandiri Tunas Finance ( TUFI ) senilai Rp1,13 triliun dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III-2023 yang diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai Rp1 triliun.

 

Dengan pencatatan dua obligasi tersebut, maka jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di tahun ini sudah sebanyak 79 emisi dari 53 emiten senilai Rp89,09 triliun. Sehingga, saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 524 emisi dari 126 emiten dengan nilai outstanding Rp446,77 triliun dan USD47,5 juta.

 

Sementara itu, jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI sebanyak 191 seri, dengan nilai nominal Rp5.536,74 triliun dan USD486,11 juta. Adapun jumlah Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak sembilan emisi senilai Rp3,07 triliun.