Rugi Bengkak Jadi Rp17 Miliar, Ini Strategi Djasa Ubersakti (PTDU) Perbaiki Kinerja

EmitenNews.com—PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) terus berupaya memperbaiki kinerja setelah mengalami pembengkakan kerugian hingga Rp17,20 miliar di laporan keuangan September 2022.
Adapun jumlah rugi itu justeru melonjak signifikan dari rugi periode sam tahun sebelumnya di tengah kenaikan pendapatan sebesar 57% menjadi Rp 114,4 miliar, dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp 48,5 miliar.
Selain berhasil mencetak kenaikan pendapatan, Djasa Ubersakti berhasil menggarap beberapa proyek strategis pada 2022, seperti proyek pembangunan Pasar Tempe. Kontrak proyek mutliyears ini mencapai Rp 41,2 miliar.
Bahkan, terdengar kabar bahwa pembangunan Pasar Tempe di Kabupaten Wajo bakal dilanjutkan dalam waktu dekat setelah sempat terhenti selama beberapa bulan.
Sesuai penyampaian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW ) Sulawesi Selatan ke Bupati Wajo, Amran Mahmud bahwa pembangunan Pasar Tempe sudah mulai dilakukan setelah menentukan pemenang tender.
"Kita sudah lakukan tender ulang. Tender untuk lanjutan pembangunan Pasar Tempe ini akan dikerjakan oleh PT Djasa Ubersakti dengan nilai kontrak Rp41,2 miliar. Adapun kontraknya multiyears dan berakhir pada bulan Mei 2023," sebut PPK Satker BPPW Sulsel, Reno Bayuaji.
Keberhasilan perseroan mencetak peningkatan pendapatan dan tambahan kontrak baru tersebut diharapkan berimbas positif terhadap pergerakan harga saham PTDU.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PTDU masih mengalami penurunan sepanjang tahun ini atau belum merefleksikan tren penguatan kinerja keuangan. Per akhir 2021, saham PTDU ditutup di level Rp 190, dibandingkan dengan penutupan kemarin Rp 57 per saham.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG