Rugi Menipis, Agustus 2022 Nusa Konstruksi (DGIK) Bukukan Kontrak Baru Rp814,7 Miliar

EmitenNews.com - PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) sepanjang semester I 2022 membukukan pendapatan Rp181,09 miliar. Melesat 11 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp163,03 miliar. Kenaikan pendapatan lebih tinggi dibanding beban kontrak, dan penurunan beban operasional.
Kondisi itu, membuat rugi usaha perseroan turun signifikan menjadi Rp9,71 miliar atau turun 36 persen dari periode sama tahun lalu Rp15,27 miliar. Dua kuartal pertama tahun ini, performa perusahaan mengalami peningkatan, terutama dalam hal efisiensi operasional. Capaian efisiensi itu, dibarengi raihan pendapatan tinggi.
Itu seiring capaian perolehan kontrak baru ke depan. ”Selain berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan pada dua kuartal secara year on year, kami juga berhasil melakukan efisiensi terlihat dari penurunan beban usaha mencapai 10,5 persen kuartal I, dan 5,6 persen kuartal II. Jadi, sepanjang semester I-2022 beban usaha turun 9,19 persen,” tutur Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Heru Firdausi Syarif.
Perseroan berhasil membukukan progres raihan kontrak baru mengembirakan setiap kuartal tahun ini. Kalau pada kuartal I dan II raihan kontrak baru masing-masing Rp3,37 miliar, dan Rp30 miliar, sampai pertengahan kuartal III ini perseroan menambah raihan kontrak baru Rp781,1 miliar. So, total kontrak baru per Agustus 2022 telah mencapai Rp814,7 miliar.
Kalau dibanding perolehan kontrak baru sepanjang tahun lalu, hanya Rp167 miliar, terjadi kenaikan signifikan. Nah, dari raihan kontrak baru itu, kontribusi terbesar dari proyek infrastruktur jalan seperti proyek Tol Solo-Jogja seksi 1, bangunan pendidikan, rumah sakit, high rise building, dan pembangunan jalan kawasan.
Perseroan optimistis sektor jasa konstruksi terus mengalami pemulihan dari dampak Pandemi Covid-19. Berdasar raihan angka saat ini, menunjukkan ada pemulihan belanja infrastruktur baik pemerintah maupun sektor swasta. Menilik kondisi perusahaan saat ini yaitu efisiensi, neraca keuangan prima, dan proses konsolidasi tuntas, dan sinergi bisnis jasa konstruksi dengan PT Dirgantara Yudha Artha, menjadi momentum tepat bagi perseroan untuk tumbuh secara organik maupun anorganik. (*)
Related News

Waspada Penipuan Lebaran! BRI Bagikan Tips Cegah Kejahatan Siber

Chandra Asri (TPIA) & Glencore Rampungkan Akuisisi Shell di Singapura

Lebaran Praktis! Transaksi QRIS Makin Nyaman dengan BRImo

Tumbuh Minimalis, GJTL 2024 Raup Laba Rp1,18 Triliun

Surplus 22 Persen, TRIS 2024 Kemas Laba Bersih Rp82,90 Miliar

Laba dan Pendapatan Positif, Ini Kinerja MTDL 2024