EmitenNews.com - Sejahteraraya (SRAJ) menyudahi 2024 dengan koleksi rugi Rp23,51 miliar. Mengalami penyusutan 38,91 persen dari periode sama tahun sebelumnya minus Rp38,49 miliar. Oleh karena itu, rugi per saham dasar emiten asuhan Sri Tahir tersebut susut menjadi Rp1,96 dari sebelumnya Rp3,21. 

Pendapatan Rp3,14 triliun, melonjak 25,6 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp2,5 triliun. Beban langsung Rp2,23 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp1,78 triliun. Laba kotor tercatat Rp916,44 miliar, surplus 27,63 persen dari posisi sama tahun lalu Rp718,02 miliar. 

Beban penjualan Rp44,77 miliar, bengkak dari Rp34,83 miliar. Beban umum dan administrasi Rp689,14 miliar, bengkak dari Rp576,92 miliar. Laba usaha terkumpul Rp182,51 miliar, melonjak signifikan dari Rp106,26 miliar. Penghasilan bunga Rp13,48 miliar, susut dari Rp29,11 miliar. 

Beban keuangan Rp173,86 miliar, bengkak dari Rp173,68 miliar. Lain-lain bersih minus Rp24,77 miliar, drop dari surplus Rp7,01 miliar. Rugi sebelum pajak Rp2,64 miliar, berkurang dari Rp31,29 miliar. Beban pajak Rp20,7 miliar, bengkak dari Rp7,02 miliar. Rugi bersih tahun berjalan Rp23,34 miliar, turun dari Rp38,31 miliar. 

Jumlah ekuitas Rp1,83 triliun, turun dari Rp1,85 triliun. Akumulasi rugi Rp541,69 miliar, naik dari sebelumnya Rp518,18 miliar. Total liabilitas Rp3,84 triliun, bengkak dari akhir 2023 senilai Rp3,74 triliun. Jumlah aset Rp5,68 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp5,6 triliun. (*)