EmitenNews.com - PT Trisula International (TRIS) mencatat kinerja campuran pada kuartal I-2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan, namun sejumlah indikator profitabilitas masih mengalami tekanan. Penjualan bersih Rp455 miliar, naik sekitar 13,18 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp402 miliar.

Meski demikian, kenaikan beban pokok penjualan membuat laba kotor sedikit tertekan. Laba kotor Rp104 miliar, turun 0,95 persen dibanding tahun sebelumnya Rp105 miliar. Sejalan dengan itu, laba usaha juga tercatat menurun menjadi Rp37 miliar, atau turun sekitar 7,50 persen dari sebelumnya sebesar Rp40 miliar.

Di sisi lain, laba bersih tahun berjalan dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 6,25 persen menjadi Rp17 miliar dibanding tahun lalu Rp16 miliar. Dengan capaian tersebut, laba per saham dasar (EPS) tercatat Rp5,58 per saham, meningkat 5,88 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp5,27 per saham.

Dari sisi neraca, total aset TRIS tercatat sebesar Rp1,42 triliun pada kuartal I-2026, meningkat sekitar 4,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,36 triliun. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp1,00 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp421 miliar.

Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp538 miliar, naik sekitar 3,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp518 miliar. Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp502 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp35 miliar.

Sedangkan total ekuitas tercatat sebesar Rp885 miliar, meningkat sekitar 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp841 miliar. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), saham TRIS terpantau melemah 2,62 persen atau turun 5 poin ke level Rp186. (*)