EmitenNews.com - Bank Indonesia Purwokerto menggaungkan kampanye "Run From Scam" atau lari dari penipuan pada ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026). Masyarakat diingatkan untuk senantiasa mewaspadai tautan palsu hingga aplikasi APK, yang dirancang untuk mencuri uang, data pribadi, maupun akses ke akun digital.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny mengatakan perkembangan digitalisasi saat ini tidak hanya menghadirkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi, tetapi juga membawa risiko berupa meningkatnya berbagai modus kejahatan digital.

Sejumlah modus perlu diwaspadai masyarakat. Antara lain tautan palsu, aplikasi berbahaya atau APK berisi malware, impersonasi, social engineering, hingga permintaan transfer dana maupun data pribadi oleh pihak yang tidak dikenal.

"Kalau ada telepon, pesan, atau permintaan transfer yang mencurigakan, lakukan check and recheck. Harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu. Kalau ragu, setop dulu, jangan terburu-buru," kata Christoveny pada ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026).

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar semakin cerdas secara finansial, mampu menjaga keamanan data pribadi, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap berbagai ancaman kejahatan digital.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik dan jasmani, tetapi juga sehat secara finansial dan aman secara digital. Mari lari dari penipuan, Run From Scam," kata Christoveny.

Pentingnya Penguatan Literasi Mengenai QRIS

Sebelumnya Bank Indonesia mengingatkan pentingnya penguatan literasi mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar masyarakat terhindar dari berbagai modus penipuan. Masyarakat diingatkan untuk selalu memastikan kebenaran data sebelum menyelesaikan transaksi pembayaran atau transfer melalui QRIS.

Kepada pers, Jumat (20/6/2026), Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono mengatakan, semua fitur transaksi QRIS harus dipahami oleh masyarakat, khususnya merchant atau pedagang dan kita sebagai pengguna.

Ingat. Sebelum menekan tombol akhir, masyarakat diminta membaca dengan cermat, serta menanyakan dan mengonfirmasi ulang apakah rekening tujuan benar dan sesuai. Jika sudah dipastikan benar, maka finalisasi transaksi pun bisa dilakukan.