SAGE Pinjam Dana Rp51,45 Miliar ke BTN, Dana IPO 3 Bulan Lalu Habis?

EmitenNews.com -Emiten properti, PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) baru tiga bulan mencatatkan saham perdananya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan listing tepatnya pada 8 Maret 2023.
Namun, SAGE mengumumkan telah menerima fasilitas kredit atau pinjaman dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau Bank BTN (BBTN) sebesar Rp51,45 miliar.
Perolehan fasilitas kredit tersebut sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit Pemilikan Lahan dan Kredit Konstruksi (Kredit Yasa Griya) antara perseroan dengan Bank BTN dengan akta nomor 73 tanggal 26 Juni 2023.
"Fasilitas kredit senilai Rp51,45 miliar dengan pencairan pertama 20 persen dari plafon kredit tanggal 27 Juni 2023 dan sisanya dilihat dari progres pembangunan," kata Direktur Utama SAGE, Edward Halim dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (3/7/2023).
Edward menegaskan, informasi atau fakta material ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha perseroan.
Pada saat IPO, SAGE melepas maksimal 1,61 miliar saham yang mewakili 20,04% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan menetapkan harga Rp100 per saham. Emiten properti tersebut juga menerbitkan 2,01 miliar waran seri I.
Rencananya, dana hasil IPO sebesar Rp113,2 miliar setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk membayar utang kepada PT Multi Mandiri Persada (MMP), sehubungan dengan pembelian lahan.
Kemudian, sekitar Rp30 miliar dialokasikan untuk membangun proyek perumahan Cibinong New City, klaster Winner Sapta Villa tahap 2 dan sebagian tahap 3. Selanjutnya, sekitar Rp10 miliar untuk tambahan lahan di sekitar kawasan Cibinong New City.
Sisanya akan dipakai untuk modal kerja operasional perseroan, seperti pembayaran gaji, jasa profesional, biaya perizinan, keperluan kantor, dan lain-lain.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG