EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan tiga saham, yakni PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG), PT Semacom Integrated Tbk. (SEMA), dan PT Alakasa Industrindo Tbk. (ALKA).

Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dalam keterangan tertulisnya pada (15/9) menuturkan suspensi dilakukan sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ALKA dan SEMA serta penurunan harga pada saham UDNG sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

"Penghentian saham ini dilakukan mulai sesi pra pembukaan pada tanggal 16 September 2026 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut," ujar Endra.

Berdasarkan data penelusuran EmitenNews, suspensi ini sejalan dengan pergerakan harga yang ekstrem:

1. UDNG ARB Berjilid, Tersungkur 12 hari beruntun

Saham UDNG tercatat ARB berjilid-jilid sejak akhir Agustus. Pada 15 September 2026 saham ditutup anjlok sentuh Auto-Reject Bawah (ARB) di Rp486 atau turun 10,00%.

Saham ini terpantau menjalani 12 hari regresi harga berlanjut dari sebelumnya turut mencatat ditutup ARB berkali-kali pada 14 September di Rp540 (-9,24%), 11 September Rp595 (-9,85%), 10 September Rp660 (-9,59%), 9 September Rp730 (-9,88%), 8 September Rp810 (-10,00%), hingga 1 September Rp1.290 (-9,79%) dan 31 Agustus Rp1.430 (-9,78%).

Saham sempat dibuka Rp1.585 pada 31 Agustus 2026 sebelum longsor terus menerus ke Rp486 sebelum disuspensi.

2. ALKA naik tajam 4 hari ARA

Sementara itu, lain kasus ALKA justru naik signifikan sebelum disuspensi.