Saham Cuma Turun 6 Persen, MBMA Jor-Joran Buyback Rp1,7 Triliun!
Alat berat milik emiten MBMA tengah beraksi di tengah-tengah tambang.
EmitenNews.com - Emiten pengolah nikel milik kongsi Grup Saratoga dan Garibaldi 'Boy' Thohir, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menyiapkan dana hingga Rp1,7 triliun untuk melaksanakan aksi pembelian kembali (buyback) saham.
Perseroan berencana membeli kembali maksimal 1,8 miliar lembar saham di tengah volatilitas pasar MBMA yang cukup kebal diterpa sentimen global.
Saham MBMA pada pantauan perdagangan Senin (16/3/2026) sahamnya menurun 3,5 persen di Rp680, dalam sepekan masih menguat 3 persen, dalam sebulan hanya terkoreksi 6,9 persen, dan sejak awal tahun justru sahamnya menguat 19,3 persen dari Rp570 ke Rp680.
President Director MBMA, Teddy Noeryanto Oetomo dalam keterangan resminya yang dirilis Senin (16/3/2026), MBMA menyatakan periode buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan yakni, mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026. Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia dengan menunjuk satu perusahaan efek sebagai pelaksana.
Teddy menyebutkan aksi korporasi tersebut dilakukan, “Sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan di pasar modal.”
Rencana buyback ini juga memanfaatkan kebijakan relaksasi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga pelaksanaannya tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Selama periode buyback berlangsung, pihak internal perusahaan seperti komisaris, direksi, pegawai, maupun pemegang saham utama tidak diperkenankan melakukan transaksi atas saham MBMA.
Dari sisi kinerja keuangan, Dijelaskan Teddy bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional maupun struktur pembiayaan perseroan. Sebaliknya, aksi ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap laba per saham dasar (earnings per share/EPS).
Berdasarkan data proforma per 30 September 2025, laba per saham dasar diperkirakan meningkat dari US$0,00023 menjadi sekitar US$0,00024 setelah program buyback selesai dilaksanakan.
Related News
GEMA Gelar Buyback Maksimal 20 Persen, Mulai 17 Maret
Pendapatan Turun Beban Melonjak, Laba 2025 SMRA Anjlok 44 Persen
Jelang Delisting! EDGE Raup Kredit Rp11,24T Untuk Ekspansi Data Center
Emiten TP Rachmat (TAPG) Dapat THR Dividen Rp450M dari USTP
IPCM dan CMNT Lanjutkan Kerja Sama Jasa Perkapalan di Terminal Bayah
Harganya Drop 75 Persen, Bursa Lanjut Bekukan Saham UDNG





