EmitenNews.com - Bangun Kosambi (CBDK) bakal menggeber aksi pembelian kembali saham alias buyback Rp250 miliar. Bujet itu sudah termasuk biaya transaksi macam biaya pedagang perantara, dan biaya lain sehubungan dengan buyback. Durasi pelaksanaan buyback tidak kurang 3 bulan.

Tepatnya, sejak 20 Mei 2026 hingga 19 Agustus 2026. Tindakan buyback itu, merupakan bentuk komitmen untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang. Langkah itu, dilakukan bukan karena ada penurunan kinerja maupun pelemahan fundamental perseroan. 

Perseroan tetap memiliki kondisi keuangan sehat, kinerja operasional stabil, dan prospek usaha jangka panjang positif. Kalan rencana ini disampaikan, pergerakan harga saham perseroan, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (YTD) mencerminkan rentang penurunan. 

Terhitung sejak awal tahun berjalan hingga 18 Mei 2026, harga saham perseroan tercatat mengalami penurunan dalam kisaran hingga 50 persen, dan pada periode sama IHSG mencatat penurunan dalam kisaran hingga 25 persen. Sehubungan kondisi itu, buyback dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual pasar saat IHSG tertekan.

Sekaligus memberi indikasi kepada investor kalau perseroan memandang harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental, dan nilai intrinsik perseroan. Buyback merupakan respons terhadap kondisi pasar modal berfluktuasi, khususnya IHSG dipengaruhi faktor eksternal dan sentimen pasar. 

Plaksanaan buyback, untuk menjaga keseimbangan fundamental, kondisi pasar, mengoptimalkan struktur permodalan, mempertahankan tingkat kepercayaan pemegang saham, dan pemangku kepentingan terhadap perseroan. Buyback didukung likuiditas memadai, tidak mengganggu keuangan, operasional, rencana investasi, mencerminkan kondisi keuangan sehat. (*)