Saham Emiten Rajungan ENZO Terbang 100 Persen, Terkerek Isu Akuisisi?
Aktivitas karyawan di pabrik pengolahan seafood PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO)
EmitenNews.com - Pergerakan saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) kian menyedot perhatian pelaku pasar. Dalam setahun terakhir, saham emiten pengolahan hasil laut ini telah melesat hingga 100 persen secara year to year (YoY), memunculkan beragam spekulasi di kalangan investor mengenai potensi katalis lanjutan di balik lonjakan harga tersebut.
ENZO bergerak di bidang pengolahan dan distribusi hasil laut, dengan fokus utama pada rajungan (blue swimmer crab) serta produk seafood beku. Perseroan memproduksi daging kepiting dalam berbagai kemasan berstandar ekspor, sekaligus menyasar segmen Horeka (akronim dari Hotel, Restoran, dan Kafe/Katering) dan ritel modern melalui produk bernilai tambah. Bisnis ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk seafood olahan asal Indonesia.
Ruang pertumbuhan ENZO juga dinilai masih terbuka lebar. Industri seafood olahan nasional masih relatif tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan, sehingga memberikan peluang bagi perseroan untuk memperluas pangsa pasar dengan tetap menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.
Dari sisi operasional, ENZO terus melakukan pembenahan. Perseroan menjalankan modernisasi fasilitas produksi, termasuk peningkatan kapasitas cold storage serta penguatan modal kerja guna mengamankan pasokan bahan baku rajungan yang dikenal bersifat musiman. Langkah ini kerap dibaca pasar sebagai sinyal kesiapan perseroan untuk masuk ke fase pertumbuhan berikutnya.
Direktur Utama PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk, Markus Silitonga, sebelumnya menyampaikan bahwa perseroan berada pada fase strategis untuk bertumbuh, seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk seafood olahan. Fokus perusahaan tetap pada kualitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Menariknya, lonjakan harga saham ENZO yang agresif dinilai tidak semata mencerminkan perbaikan fundamental, tetapi juga optimisme dan ekspektasi investor terhadap potensi aksi korporasi.
Sejumlah pelaku pasar mulai mengendus adanya aroma akuisisi atau masuknya investor strategis, seiring menguatnya saham dan meningkatnya atensi terhadap emiten ini.
Related News
Bank Mandiri Bagi-bagi Dividen Interim, Saham BMRI dalam Tren Menurun
Investor KMDS Lepas 11,47 Juta Saham, Raup Rp6,88 Miliar
POSCO Ambil Kendali, SGRO Lepas Nama Sampoerna dan Ganti Logo
Tren Kenaikan Harga Saham BCIC Kerek Jumlah Free Float Bank JTrust
JSI Sah Jadi Pengendali, LAPD Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris
Caplok Grup Kitsune Bali, Saham SOTS Melambung





