Saham IBOS Dalam Pengawasan BEI, Ini Penyebabnya
Gambar emiten IBOS
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan dalam laman resmi IDX pada 15 Juli 2024 bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat ini adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dipublikasikan pada 10 Juli 2024 melalui situs web PT Bursa Efek Indonesia. Dalam pengumuman Peng-UMA-00118/BEI.WAS/07-2024, BEI menyebutkan beberapa kejadian sebelumnya terkait saham IBOS.
Pada 15 Mei 2024, perdagangan saham IBOS dihentikan sementara di Pasar Reguler dan Tunai dalam rangka cooling down. UMA juga diumumkan pada 30 April 2024 atas perdagangan saham IBOS.
Penghentian sementara perdagangan saham ini juga terjadi pada periode 5 hingga 8 Maret 2024, serta pada 7 Februari 2024 dalam rangka cooling down. UMA lainnya terjadi pada 26 Januari 2024 atas perdagangan saham IBOS.
Yulianto menambahkan bahwa BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan jika rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (16/7/2024), saham IBOS tercatat Rp101 per pukul 11.54 WIB. Dalam kurun waktu sebulan, saham IBOS tercatat turun 19,84% sedangkan dalam kurun waktu sebulan, saham IBOS anjlok 60,85%.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





