EmitenNews.com - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus menurun dalam beberapa minggu terakhir dan bahkan hampir menyentuh batas auto reject atas (ARB) harian. Manajemen Bumi Resources memberikan penjelasan mengenai penurunan harga saham tersebut.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava menjelaskan, pihaknya menerbitkan 34,5 saham Seri C dalam penambahan modal non-HMETD atau private placement . Saham tersebut diserap oleh beberapa pihak yang menggenggam obligasi wajib konversi sehingga membuat jumlah saham BUMI meningkat 46,4% menjadi 108,8 miliar saham.
"Kemungkinan saham-saham ini ditemukan di pasar reguler melalui transaksi crossing oleh pemegang obligasi wajib konversi yang sebagian besar adalah investor asing," jelas Dileep dalam sebuah diskusi dengan analis, Rabu (23/2).
Kendati demikian, manajemen meyakini saham BUMI bisa melesat tahun ini. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti meningkatkan kinerja sehingga berpengaruh positif bagi earning per share (EPS). Bumi Resources juga akan meningkatkan volume penjualan batu bara dan bisa membayar utang Tranche A secara penuh tahun ini.
Lebih lanjut, fokus melakukan restrukturisasi utang dengan menyeimbangkan struktur permodalan dan menurunkan beban bunga sehingga bisa mendapatkan dana tunai untuk mempercepat penyelesaian utang yang tersisa. Bumi Resources juga akan mengeksplorasi prospek investasi di energi bersih seperti panel surya, ammonia dan hidrogen.
"Mendorong anak usaha BRMS dan Darma Henwa untuk meningkatkan performa dan menambah nilainya ke BUMI serta menyiapkan strategi jangka panjang," lanjut dia.
Adapun berdasarkan data RTI, saham BUMI ditutup di level Rp 62 atau menurun 6,06% pada penutupan perdagangan Rabu, (23/2). Sementara dalam seminggu terakhir, saham BUMI sudah menurun 27,06%.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat berada di level 85 pada hari Kamis 17 Februari 2022 dan pada penutupan kemarin sudah di level 62 atau terkoreksi 27,06 persen setara 23 poin dalam 5 hari Bursa.
Related News

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024

Surplus 32,64 Persen, SSIA 2024 Raup Laba Rp234,22 Miliar